Minggu, 10 Mei 2026 00:25 WIB

Pagelaran Seni Digelar, Dewan Kesenian Surabaya Buktikan Legitimasi

Dewan Kesenian Surabaya (DKS) membuktikan keberadaan dan legitimasinya, dengan menggelar pertunjukan (IN/PHOTO: DKS)
Dewan Kesenian Surabaya (DKS) membuktikan keberadaan dan legitimasinya, dengan menggelar pertunjukan (IN/PHOTO: DKS)

SURABAYA, iNFONews.ID - Dewan Kesenian Surabaya (DKS) membuktikan keberadaan dan legitimasinya, dengan menggelar pertunjukan, itu setelah sebelumnya Satpol PP Kota Surabaya melakukan penyegelan ruangan dan mengangkut perangkat gamelan. Aksi tersebut juga merupakan gelombang perlawanan terhadap kebijakan Pengosongan Kantor DKS telah dimulai.

Mereka, para seniman Kota Surabaya berkumpul di Balai Pemuda untuk menggelar doa bersama dan aksi simbolik demi mempertahankan Kantor Dewan Kesenian Surabaya.

Ba'da Magrib, satu per satu seniman-seniwati Surabaya menampilkan karyanya, mulai dari kidung jawa, seni gerak tubuh, hingga aksi teaterikal. Pagelaran protes ini pun diramaikan oleh musik modern. Di penghujung acara, Para Seniman Surabaya secara simbolik memasang spanduk bertuliskan "Gedung ini Sedang Dalam Pengawasan Para Seniman Surabaya", Sabtu (9/5/2026).

Kepada awak media, Taufik Monyong, koordinator pagelaran ini menyampaikan bahwa pemasangan spanduk tersebut adalah bentuk protes para seniman surabaya atas aksi pengosongan Pemkot Surabaya terhadap Kantor Dewan Kesenian Surabaya.

"Kalau kemarin aksi segel kantor DKS dilakukan secara sewenang-wenang oleh Satpol PP, sekarang ganti kami para seniman surabaya yang mengawasi Gedung Balai Pemuda," ujar Monyong.

Chrisman Hadi, Ketua DKS menerangkan bahwa pagelaran seni hari ini membuktikan bahwa dukungan terhadap Dewan Kesenian Surabaya nyata adanya. "Publik bisa menilai sendiri, kemarin rapat konsolidasi dihadiri ratusan seniman, sekarang jumlah seniman yang menghadiri pagelaran seni juga sama banyaknya," ujarnya.

Sebaliknya, Chrisman justru mempertanyakan legitimasi Dewan Kebudayaan Kota Surabaya bentukan Pemkot Surabaya.

"Sekarang saya balik tanya ke teman-teman, yang katanya Pemkot Surabaya bikin Dewan Kebudayaan Kota Surabaya, apakah mereka dapat dukungan dari seniman Surabaya sebanyak kami ini,"  terang Chrisman Hadi. (*)

Editor : Tudji Martudji