MAGELANG, iNFONews.ID - Melalui Program Penguatan Kapasitas Lokal untuk Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) yang aksesibel dan peka iklim melalui Peningkatan Respons Kemanusiaan yang Ramah
Lingkungan (Program Seger Waras) yang dilaksanakan ASB, sistem pembangunan air bersih telah dibangun di Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo dan Dusun Onggosoro Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Baca juga: UNNES Gelar Kajian Fenomena Sosial di Sekolah Air Hujan Yogyakarta
Sistem ini didesain dengan prinsip keberlanjutan, ramah lingkungan, dan mampu mengantisipasi dampak musim kemarau. Infrastruktur yang dibangun mencakup sumber air, jaringan distribusi, hingga fasilitas penyimpanan, sehingga mampu mengurangi risiko kekurangan air pada musim kering.
ASB S-SEA mendukung pembangunan ketangguhan masyarakat yang inklusif melalui kerja sama teknis dengan pemerintah di berbagai tingkatan, serta
menjalin kemitraan yang erat dengan organisasi masyarakat sipil, termasuk organisasi penyandang disabilitas, organisasi orang lanjut usia, dan kelembagaan masyarakat desa.
Pembangunan fisik adalah langkah awal untuk memastikan akses air bersih yang merata. Untuk menjamin
keberlanjutan manfaat dari sarana air bersih ini, diperlukan penguatan kelembagaan dan kapasitas pengelolaan di tingkat desa.
Oleh karena itu, ASB bersama Pemerintah Desa akan menyelenggarakan
kegiatan “Pelatihan Pengelolaan Sistem Air Bersih di Dusun Tanjung dan Onggsoro”. Proses ini akan memastikan sarana air bersih dapat berfungsi optimal, inklusif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Baca juga: ISLAH Jadi Solusi Pengurangan Risiko Bencana di Kabupaten Mojokerto
"Di kegiatan ini, ada sesi tentang sosialisasi pemanfaatan air hujan sebagai solusi berbasis alam untuk mengatasi kelangkaan air pada musim kemarau," kata Sri Wahyuningsih, Selasa (26/8/2025).
Untuk memberikan edukasi dan penjelasan detail di datangkan langsung Pakar dari "Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang berlokasi di Tempursari, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581
Map of Sekolah Air Hujan Banyu Bening. Sri Wahyuningsih sebagai Founder yang mendapatkan segudang penghargaan di bidang Lingkungan hingga "Climate Change" dari "Yayasan KEHATI".
Yu Ning sapaan dari Sri Wahyuningsih menjelaskan secara detail dengan Metode Baru yang di sebut "ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan)" yang akan terus mempermudah di akses dan cara yang sederhana dengan peralatan yang ada di rumah tangga.
Baca juga: Cara Pemanfaatan dan Pengelolaan Air Hujan Jadi Sumber Air Minum
"Utama, adalah SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam menampung air hujannya. Lewatkan dulu 10-15 menit hujan pertama, stelah itu di tampung dan di endapkan beberapa waktu sesuai wilayah masing-masing dan di saring, serta di tutup rapat agar tidak ada debu jentik, hewan yang masuk. Dan jangan lupa di simpan di tempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari maupun pantulan cahaya agar tidak memunculkan adanya lumut serta mikro plastik," urai Yu Ning.
Yu Ning juga menyampaikan sebuah informasi kepada warga yang hadir bahwa di tanggal 7,8,9 September 2025 ada kegiatan "Kenduri Banyu Udan X" dengan tema "Lumbung Banyu Udan Panguripan" menuju swasembada pangan. Di acara tahunan ini adalah bentuk rasa syukur kita atas air hujan yang melimpah diberikan di Bumi Nusantara ini.
Ada tarian "Riris Mangenjali" yang di ciptakan "Sanggar Banyu Bening" dalam satu naungan "Sekolah Air Hujan Banyu Bening". Tarian ini Sakral dan hanya di tampilkan di Kenduri Banyu Udan yang puncak nya di tanggal 9 September, Jam 9.09 WIB. Bagi siapa saja di persilakan hadir untuk umum. (*)
Editor : Tudji Martudji