Sabtu, 31 Jan 2026 04:27 WIB

Cara Pemanfaatan dan Pengelolaan Air Hujan Jadi Sumber Air Minum

Bu Ning, Founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening, peragakan pemanfaatan air hujan (IN/PHOTO: SEKOLAH BANYU BENING)
Bu Ning, Founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening, peragakan pemanfaatan air hujan (IN/PHOTO: SEKOLAH BANYU BENING)

SURABAYA, INFONews.ID – Sebuah kegiatan ruang diskusi bersama dengan tema "Pengenalan Cara Pemanfaatan dan Pengelolaan Air Hujan sebagai Sumber Air Minum" digelar di Pendopo Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Turut hadir di acara itu, Mohammad Zulchaidir, Camat Sukolilo serta sejumlah tamu undangan lainnya, Jumat (3/10/2025).

 

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus mengubah pola pikir masyarakat, khususnya warga Kecamatan Sukolilo, agar tidak lagi memandang air hujan sebagai sesuatu yang sia-sia apalagi menjadi sebuah bencana, melainkan sebagai potensi sumber air minum yang sehat dan berkelanjutan.

 

Narasumber utama sekaligus satu-satunya dalam kegiatan ini adalah Ibu Sri Wahyuningsih, S. Ag atau kerap disapa Bu Ning, selaku founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening.

 

"Air hujan merupakan anugerah yang diberikan Tuhan yang seharusnya dapat dikelola dengan baik, bukan hanya sekedar menjadi sumber daya alam yang sering terbuang," terang Bu Ning.

 

Informasi yang di dapat dari Camat Sukolilo, jumlah penduduk di Kecamatan Sukolilo tercatat sebesar 115.876 jiwa. Besarnya jumlah penduduk tersebut berpotensi meningkatkan penggunaan air tanah serta pembelian air konsumsi yang jika tidak diantisipasi dapat berdampak pada ketersediaan sumber daya air di masa depan.

 

Sekolah Air Hujan Banyu Bening dan Bu Ning pun datang mengenalkan konsep 5M (Menampung, Mengolah, Minum, Menabung, dan Mandiri). Itu, lantaran peduli dan ingin menukarkan pemahaman, bahwa air hujan adalah Berkah.

 

"Konsep 5M ini dapat menjadi langkah praktis mengubah air hujan menjadi air siap minum, air hujan itu berkah bukan tidak berguna, apalagi jadi bencana," tegas Bu Ning.

 

Acara berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis tentang bagaimana mengelola air hujan, tetapi juga terinspirasi untuk mulai menerapkan langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat di Kecamatan Sukolilo mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan air bersih serta mendukung gerakan pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan dan pengelolaan air hujan secara bijak. (Kontributor, Indah Cahya Nabilla/Red)

Editor : Tudji Martudji