Hasil Riset SSC

Kemiskinan dan Korupsi Jadi Masalah Memprihatinkan Warga Surabaya

infonews.id
Hasil riset SSC bertajuk 'Palagan Surabaya' Geliat Elektoral Menuju 2024 dibeber di Ruang Mangkunegaran Hotel Narita di Surabaya (Foto: IN/tudji)

INFOnews.id | Surabaya - Hasil riset yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) dalam mengungkap masalah mendesak yang harus diselesaikan oleh pemerintah pusat dan daerah saat ini. Dengan responden masyarakat Kota Surabaya, masalah kemiskinan dan korupsi paling disorot.

Direktur Riset SSC, Edy Marzuki mengungkapkan sebanyak 29,6% untuk masalah kemiskinan, sementara masalah pemberantasan korupsi menunjukkan hasil 12,5%. Diikuti masalah lainnya yakni pengendalian harga sembako sebanyak 10,3%, UMKM sebanyak 8,5%, masalah Pendidikan 8,0%.

Baca juga: Jawa Timur 2025: Tinta Hitam di Etalase Besar Penindakan Korupsi, Dari Bupati Hingga Dana Hibah

"Lainnya seperti Kriminalitas atau kemananan menunjukkan 6,1�n kesehatan masyarakat 5,1%," urai Edy. Terkait masalah lainnya, Edy memaparkan prosentasenya di bawah 5%, yakni masalah penegakan hukum 2,6%, lingkungan hidup dan bencana alam 2,0%, pelayanan administrasi publik 1,8%, penanganan covid-19 dan dampaknya sebanyak 1,7%. Kemudian masalah lainnya yakni infrastruktur pedesaan dan perkotaan 1,6%, perlindungan kebebasan berpendapat 1,3%, masalah pertanian/perikanan 0,5%. Ini yang menarik, di Surabaya nampaknya sangat bertoleran, hingga maslah toleransi beragama menunjukkan angka 0,4%, sementara masyarakat yang memilih tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 0,6%," lanjutnya.

Baca juga: Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo: Wes Gak Wayahe Korupsi, Wayahe Golek Sangu Mati" 

Dijabarkan, hasil penelitian oleh SSC ini dilaksanakan dari tanggal 01-10 Januari 2023 di 31 Kecamatan di Kota Surabaya. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Baca juga: Kejari Tanjung Perak Sita Uang 70 Miliar, Dugaan Penyelewengan Biaya Pengerukan APBS

Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid. (inf/rls/red)

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru