SURABAYA, iNFONews.ID – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Timur mengambil langkah tegas dalam membenahi struktur organisasinya.
Lewat momentum halalbihalal di Surabaya, lembaga ini memastikan bakal mencoret pengurus yang tidak aktif dan menggantinya dengan tenaga baru dari alumni Pelatihan Kader Lanjut (PKL) GP Ansor.
Langkah regenerasi ini diambil untuk memastikan mesin organisasi tetap panas dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.
Ketua LBH GP Ansor Jawa Timur, Mohammad Syahid, menyatakan bahwa penyegaran personel menjadi kebutuhan mendesak agar program kerja, baik di dalam maupun di luar pengadilan, berjalan tanpa hambatan.
"Kami butuh tenaga yang lebih segar dan semangat baru. Sebagian yang hadir hari ini adalah alumni PKL yang diproyeksikan masuk ke jajaran pengurus untuk menggantikan mereka yang sudah tidak aktif," ujar Syahid saat ditemui di sela acara.
Selain urusan bongkar pasang pengurus, pertemuan yang dihadiri sekitar 40 advokat dan aktivis hukum ini menjadi ajang evaluasi total.
Syahid menyebut, keberhasilan lembaga bukan dilihat dari banyaknya agenda seremonial, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat saat berhadapan dengan masalah hukum.
Ia meminta seluruh kader LBH Ansor Jatim tidak hanya duduk diam di kantor, tetapi wajib menjemput bola dengan peka terhadap keluhan warga di tingkat akar rumput.
"Harapannya, program yang kami susun benar-benar menyentuh masyarakat luas. Hubungan emosional antar pengurus harus kuat karena ini modal utama kami bekerja secara kolektif untuk membela warga," tambahnya.
Dalam peta jalan ke depan, LBH Ansor Jatim tetap konsisten mengawal kasus litigasi di meja hijau sekaligus memperkuat pendampingan non-litigasi.
Syahid menegaskan, solidaritas satu komando menjadi harga mati agar segala tantangan dalam advokasi hukum di lapangan bisa diatasi bersama.
"Kader harus hadir membantu kebutuhan hukum warga. Itulah bukti nyata keberadaan LBH Ansor di tengah masyarakat," pungkasnya.
Editor : Alim Kusuma