SITUBONDO, iNFONews.ID - Gelombang Pantai Banongan menjadi saksi ketangguhan kendaraan tempur (Ranpur) amfibi KAPA K-61 milik Batalyon Kapa 2 Marinir.
Dalam rangkaian Latihan Satuan Dasar (LSD) TW I TA 2026, Alutsista ikonik ini kembali menunjukkan taringnya dalam simulasi pendaratan dan operasi amfibi di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 5 Baluran, Situbondo, Rabu (08/04/26).
Prajurit Korps Baret Ungu menguji batas kemampuan mekanis dan koordinasi taktis di zona pecah gelombang (surf zone).
Latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya memastikan personel mampu melakukan bongkar-muat material dan pasukan secara kilat di tengah kondisi alam yang tidak menentu.
Materi utama hari ini mencakup prosedur embarkasi dan debarkasi yang menuntut presisi tinggi. Menariknya, tim pelatih juga menyisipkan skenario peran peninggalan Ranpur.
Simulasi ini memaksa kru untuk tetap tenang dan sigap menyelamatkan diri serta material jika kendaraan mengalami kendala kritis saat mendarat di pantai musuh.
Komandan Batalyon Kapa 2 Marinir, Letkol Mar Yalesesa Milwa Suga, memantau langsung pergerakan Ranpur di bibir pantai.
Ia menyatakan bahwa keberhasilan operasi pendaratan bertumpu pada tiga hal: keselamatan personel, akurasi waktu, dan soliditas tim di dalam kendaraan.
"Profesionalisme dan disiplin tempur harus selalu melekat. Prajurit Kavaleri yang andal lahir dari latihan yang tidak pernah putus serta rasa tanggung jawab penuh terhadap setiap tugas di lapangan," ujar Letkol Mar Yalesesa saat memberikan instruksi kepada pasukannya.
Selain menguji nyali prajurit, latihan ini bertujuan memvalidasi stabilitas KAPA K-61 saat bermanuver di air.
Kecepatan transisi dari moda renang ke moda darat menjadi kunci agar pasukan pendarat tidak menjadi sasaran empuk lawan di garis pantai.
Kegiatan di Situbondo ini memastikan bahwa unsur kavaleri Marinir selalu dalam kondisi siap siaga untuk menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia kapan pun dibutuhkan.
Editor : Alim Kusuma