Jumat, 30 Jan 2026 20:22 WIB

Fakultas Farmasi Unair Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Balita di Gili Iyang Melalui Program PkM 2025

Kegiatan PkM ini disambut hangat oleh masyarakat Gili Iyang. INPhoto/Tim PKM
Kegiatan PkM ini disambut hangat oleh masyarakat Gili Iyang. INPhoto/Tim PKM

SUMENEP, iNFONews.ID - Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Airlangga Community Development Hub (ACDH) 2025 di Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, Madura, pada 18 Oktober 2025.

Pulau yang dikenal memiliki kadar oksigen tertinggi di dunia ini menjadi lokasi rutin bagi tim pengabdian Unair untuk mengimplementasikan misi sosial dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Tahun ini, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi membawa dua misi utama yang menitikberatkan pada peningkatan kesehatan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Misi pertama difokuskan pada bakti sosial berupa pemberian multivitamin bagi ibu dan balita. Program ini bertujuan meningkatkan status gizi dan daya tahan tubuh masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Selain pemberian vitamin, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pola makan bergizi seimbang dan cara penggunaan suplemen yang benar.

Menurut Dr. Agus Syamsur Rijal, M.Si., selaku Penanggung Jawab kegiatan, kondisi kesehatan warga Gili Iyang relatif baik berkat lingkungan yang kaya oksigen.

“Masyarakat Gili Iyang pada dasarnya sudah sehat karena udara di sini sangat kaya oksigen. Namun, melalui pemberian multivitamin ini kami ingin membantu menjaga serta meningkatkan imunitas, terutama bagi ibu dan balita,” ujar Dr. Agus.

Ia menambahkan, program ini juga diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak-anak Gili Iyang agar menjadi generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.

Selain kegiatan sosial, tim Farmasi Unair juga melaksanakan pelatihan pemanfaatan anggur laut (Caulerpa sp.) bagi karang taruna setempat.

Dalam pelatihan ini, peserta dikenalkan pada potensi ekonomi dan kesehatan dari anggur laut, serta diajarkan cara mengolahnya menjadi produk bernilai tambah, seperti makanan fungsional dan kosmetik alami.

Program ini diharapkan dapat membuka peluang wirausaha lokal berbasis potensi laut, sehingga generasi muda Gili Iyang memiliki keterampilan baru yang bisa menopang perekonomian daerah.

Dekan Fakultas Farmasi Unair, Prof. Dewi Melani, M.Phil., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Unair dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya berbagi manfaat langsung, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan,” tutur Prof. Dewi.

Ia menambahkan, kegiatan ini mendukung sejumlah poin SDGs, yaitu:

1. SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pemberian multivitamin dan edukasi kesehatan,

2. SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat transfer ilmu dan pelatihan keterampilan praktis, serta

3. SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dengan pengenalan konsep pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., dan Kepala Puskesmas Dungkek, dr. Edi Kurnianto, M.Kes.

“Kami sangat berterima kasih kepada Fakultas Farmasi Universitas Airlangga yang tidak pernah absen turun langsung ke Gili Iyang. Kehadiran tim Unair selalu membawa dampak positif, baik dalam aspek kesehatan maupun pemberdayaan warga,” ujar drg. Ellya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini mencerminkan sinergi nyata antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kepulauan.

Kegiatan PkM ini disambut hangat oleh masyarakat Gili Iyang. Kepala Desa Banraas dan Kepala Desa Bancamara menuturkan bahwa kunjungan rutin tim Unair selalu dinanti warga.

“Kami merasa diperhatikan dan diberdayakan, bukan hanya diberi bantuan sesaat,” ungkap perwakilan desa dengan penuh antusias.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pembantu Gili Iyang mengapresiasi tambahan media edukatif berupa X-banner berbahasa Indonesia dan Madura yang berisi panduan cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi Unair menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan ilmu kefarmasian dengan pemberdayaan masyarakat. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan kepulauan Indonesia.

“Kami ingin anak-anak Gili Iyang tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berdaya, agar kelak mereka mampu membawa daerahnya menuju masa depan yang lebih sejahtera,” pungkas Dr. Agus.

Editor : Ken Arok