BLITAR, INFONEWS.ID - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Maryam (9), korban yang tenggelam di Pantai Pangi, Kabupaten Blitar, setelah enam hari pencarian intensif di perairan selatan Jawa Timur.
Korban ditemukan pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada sekitar 2,7 kilometer dari titik awal korban dilaporkan terseret arus.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku Search Mission Coordinator (SMC), mengatakan seluruh unsur SAR telah berupaya maksimal sejak laporan kejadian diterima.
“Pada hari keenam operasi SAR, korban berhasil ditemukan di perairan Pantai Pangi. Setelah dievakuasi ke darat, jenazah dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Blitar untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Sejak hari pertama operasi, Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Malang Raya untuk melakukan pencarian bersama berbagai unsur potensi SAR di wilayah setempat.
Tim menerapkan sejumlah metode pencarian, mulai dari penyisiran laut menggunakan perahu, pemantauan visual dari daratan, hingga patroli di sepanjang garis pantai. Informasi mengenai ciri-ciri korban juga disebarluaskan kepada nelayan dan masyarakat pesisir guna memperluas area pencarian.
Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Malang Raya, Pos SAR Trenggalek, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Blitar, Koramil Bakung, Polsek Bakung, Kamladu, PSR, SAR 87, MDMC Kabupaten Blitar dan Kediri, KOKAM Kabupaten Kediri, Pokwasmas Sadar Bahari Blitar, SAR Independen, ORARI, IEA, RAPI, nelayan setempat, serta relawan lainnya.
Nanang menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang turut membantu proses pencarian.
“Korban dapat ditemukan berkat koordinasi yang baik antarunsur SAR serta dukungan masyarakat dan nelayan di sekitar lokasi kejadian,” katanya.
Peristiwa tersebut bermula pada Kamis (11/6/2026) saat Maryam bersama empat rekannya dari rombongan Pondok MMI Muhammadiyah Markas Qur’ani Kediri berwisata ke Pantai Pangi.
Kelima anak itu berjalan di kawasan pantai berkarang ketika kondisi air laut sedang surut. Namun, gelombang besar tiba-tiba datang dan menyeret dua anak, yakni Maryam dan Azalia.
Azalia berhasil diselamatkan oleh nelayan yang berada di sekitar lokasi. Sementara Maryam terseret arus hingga tenggelam dan hilang. Sejak saat itu, tim SAR gabungan melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan pada hari keenam operasi.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Editor : Alim Kusuma