Bank Jatim Gandeng KP2MI, Perkuat Literasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia

Bank Jatim dan KP2MI berkolaborasi memperkuat literasi keuangan serta pemanfaatan remitansi untuk meningkatkan kesejahteraan PMI dan keluarganya. iNPhoto/BJTM
Bank Jatim dan KP2MI berkolaborasi memperkuat literasi keuangan serta pemanfaatan remitansi untuk meningkatkan kesejahteraan PMI dan keluarganya. iNPhoto/BJTM

JEMBER, INFONEWS.ID - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkuat peran dalam pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program literasi keuangan dan pengelolaan remitansi yang lebih produktif. Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan PMI dan keluarganya.

Kerja sama itu berlangsung dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat Gerakan Nasional Migran Aman di Alun-Alun Jember, Sabtu (14/6). Acara dihadiri Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Bupati Jember Muhammad Fawait, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, serta ribuan calon pekerja migran dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, Bank Jatim dan KP2MI akan memperluas edukasi keuangan, meningkatkan akses layanan perbankan bagi PMI, serta mendorong pemanfaatan remitansi sebagai instrumen penguatan ekonomi keluarga.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan pekerja migran memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui dana remitansi yang dikirim ke Indonesia setiap tahun.

“Remitansi tidak seharusnya hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Dengan edukasi dan pendampingan yang tepat, dana tersebut dapat menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Sebagai bank devisa, Bank Jatim juga menyediakan layanan pengiriman uang dari luar negeri melalui JConnect Remittance. Layanan tersebut telah terhubung dengan mitra Money Transfer Operator (MTO) di Malaysia melalui Merchantrade Asia dan di Hong Kong melalui Chandra Remittance.

Melalui jaringan tersebut, PMI dapat mengirim dana ke Indonesia secara lebih aman, cepat, dan efisien. Bank Jatim juga tengah membuka peluang kerja sama dengan MTO di sejumlah negara tujuan pekerja migran lainnya, seperti Taiwan, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan kawasan Timur Tengah.

Dalam perjanjian kerja sama yang diteken bersama Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI, kedua pihak sepakat menjalankan berbagai program yang mencakup penyebarluasan edukasi keuangan, fasilitasi akses produk perbankan sesuai kebutuhan PMI, hingga pelaksanaan literasi keuangan dan pemanfaatan remitansi baik di dalam maupun luar negeri.

Menurut Winardi, penguatan literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi.

“Melalui pengelolaan remitansi yang tepat, PMI dan keluarganya dapat merencanakan masa depan keuangan dengan lebih baik, mengembangkan usaha produktif, dan meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan,” katanya.

Bank Jatim, lanjut Winardi, akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah yang sejalan dengan upaya memperluas inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Sementara itu, Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperkuat perlindungan pekerja migran. Menurutnya, peningkatan kompetensi dan kemampuan bahasa asing menjadi faktor penting bagi generasi muda yang ingin bekerja di luar negeri.

“Kami berharap keberhasilan kegiatan ini diikuti dengan meningkatnya jumlah pekerja migran yang berangkat secara legal dan aman dari Kabupaten Jember. Target kami adalah seluruh penempatan dilakukan secara prosedural sehingga pekerja migran mendapatkan perlindungan penuh,” tegasnya.

Gerakan Nasional Migran Aman diharapkan menjadi sarana meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi. Pemerintah pusat dan daerah juga berkomitmen menekan angka keberangkatan nonprosedural sekaligus memperluas perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.

Editor : Alim Kusuma