SURABAYA, iNFONews.ID - Fenomena doom spending atau belanja impulsif akibat kecemasan masa depan kian nyata mengancam generasi muda. Merespons kondisi ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bergerak mengamankan ekosistem kampus dengan menggandeng Universitas Airlangga (UNAIR) guna membenahi literasi keuangan mahasiswa.
Langkah strategis ini resmi berjalan melalui penandatanganan nota kesepahaman di Surabaya, Kamis (12/6/2026). Kerja sama tersebut menandai pergeseran arah bisnis BTN yang kini gencar merambah sektor luar perumahan (beyond mortgage) demi menggarap potensi dana segar di lingkungan akademis.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, membeberkan fakta bahwa 64 persen Gen Z di Indonesia saat ini terjebak dalam tekanan finansial yang berat. Lonjakan biaya hidup yang tidak sebanding dengan pendapatan memicu mereka mencari hiburan instan lewat belanja selera tanpa perhitungan.
"Gen Z sangat mudah terombang-ambing oleh konten keuangan di media sosial, padahal mayoritas dari mereka tidak pernah memeriksa ulang kebenaran informasi itu. Kami mengajak mereka beralih ke konsep soft saving—tetap menabung tanpa harus mengorbankan kesehatan mental atau kualitas hidup," ujar Nixon saat mengisi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa UNAIR.
Nixon menambahkan, mahasiswa harus mulai membalik metode pengelolaan uang. Tabungan dan investasi wajib ditempatkan di awal setelah menerima uang bulanan, bukan sekadar memanfaatkan sisa dana yang ada.
Alokasi dana darurat yang ideal berkisar antara 3 hingga 12 kali lipat dari pengeluaran bulanan demi mengantisipasi risiko ketidakpastian ekonomi.
Garap Potensi Korporasi Kampus
Bagi BTN, UNAIR bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan pasar raksasa yang menjanjikan. Dengan perputaran aktivitas dari 44 ribu mahasiswa serta ribuan tenaga pengajar, kampus ini menjadi sasaran empuk untuk memperluas penetapan produk dana pihak ketiga (DPK).
Sebagai langkah konkret, bank pelat merah ini segera membuka outlet layanan khusus di dalam area kampus. Fasilitas ini akan menyasar seluruh kebutuhan transaksi digital, pembiayaan, hingga penyediaan layanan perbankan yang terintegrasi untuk menyokong operasional universitas.
Siasat ini juga menjadi mesin pendorong bagi aplikasi digital milik perseroan, Bale by BTN. Hingga Mei 2026, platform tersebut telah menggaet 4,22 juta pengguna dengan volume transaksi menembus Rp55,45 triliun dari 51,5 juta aktivitas finansial. Kelompok milenial dan Gen Z mendominasi basis pengguna ini, dengan fitur QRIS sebagai layanan paling laris.
Respons Kampus terhadap Digitalisasi
Rektor UNAIR, Muhammad Madyan, menilai penetrasi industri perbankan ke dalam kampus sebagai langkah logis untuk menjawab tantangan zaman. Karakter mahasiswa modern yang lekat dengan gawai memerlukan sokongan sistem finansial yang tak lagi kaku.
"Mahasiswa hari ini tumbuh bersama teknologi. Kehadiran layanan digital perbankan langsung di lingkungan kampus jelas mempermudah mobilitas dan urusan domestik mereka sehari-hari," tutur Madyan.
Kerja sama ini diharapkan mampu menekan angka keputusasaan finansial di tingkat mahasiswa sekaligus melahirkan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perputaran ekonomi digital nasional.
Editor : Alim Kusuma