KALIMANTAN, INFONEWS.ID - Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, resmi membuka layanan petikemas perdana. Langkah tersebut menjadi babak baru pengembangan pelabuhan yang digadang sebagai pintu gerbang logistik modern di wilayah barat Kalimantan.
Operasional perdana berlangsung pada Rabu (10/6/2026) melalui kedatangan kapal TB Megah 1611/TK MMSS 2711 milik PT Pulau Laut Line. Kapal yang melayani rute Pasir Gudang–Batam–Kijing–ICA–Kijing–Pasir Gudang itu membongkar 70 peti kemas kosong di Terminal Kijing.
Baca juga: Lomba Jurnalistik PortPress 2026 Angkat Isu Strategis Logistik
Layanan petikemas tersebut merupakan hasil kolaborasi Pelindo Group melalui Pelindo Regional 2 Pontianak, PT Pelindo Multi Terminal bersama anak usahanya PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), serta PT Pelindo Terminal Petikemas melalui PT IPC Terminal Petikemas.
General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan operasional petikemas menjadi tonggak penting dalam pengembangan Terminal Kijing sebagai pusat logistik baru di Kalimantan Barat.
“Dengan mulai beroperasinya layanan petikemas, Terminal Kijing semakin siap mendukung kelancaran distribusi barang, meningkatkan daya saing ekspor daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi,” ujarnya.
Menurutnya, Pelindo terus memperkuat fasilitas dan peralatan pendukung agar layanan di Terminal Kijing mampu memenuhi kebutuhan industri dan perdagangan yang terus berkembang.
Keberadaan layanan petikemas diharapkan menjadi alternatif logistik yang lebih efisien bagi pelaku usaha. Selain memangkas biaya distribusi, fasilitas tersebut juga membuka peluang peningkatan arus ekspor dari Kalimantan Barat ke pasar nasional maupun internasional.
Saat ini, PTP Nonpetikemas dipercaya sebagai operator yang mengelola kegiatan operasional Terminal Kijing. Persiapan layanan petikemas sendiri telah dilakukan sejak 2025 melalui penguatan infrastruktur, sistem operasional, hingga sosialisasi kepada pengguna jasa.
Baca juga: Efisiensi Bongkar Muat Pacu Arus Peti Kemas TPK Bagendang Naik 4 Persen
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menilai pelayanan perdana tersebut menjadi bukti kesiapan Terminal Kijing untuk melayani aktivitas petikemas secara optimal.
“Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan Terminal Kijing dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan produktif. Kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Indra.
Terminal Kijing memiliki dermaga petikemas sepanjang 750 meter yang mampu melayani kapal hingga 100.000 DWT. Pelabuhan ini juga dilengkapi dermaga multipurpose, curah cair, curah kering, area penumpukan petikemas, fasilitas reefer, hingga pusat pemeriksaan fisik terpadu.
Berbagai alat bongkar muat modern turut mendukung operasional, mulai dari Harbour Mobile Crane (HMC), Quay Container Crane (QCC), reach stacker, forklift, head truck, hingga conveyor dan hopper.
Baca juga: Bidik Pasar Asia Tenggara, J&T Express Fasilitasi Investasi Logistik China
Kinerja Terminal Kijing juga menunjukkan tren positif. Pada triwulan pertama 2026, terminal tersebut mencatat throughput sekitar 1,5 juta ton. Kontributor terbesar berasal dari komoditas curah kering sebesar 845 ribu ton dan curah cair sebanyak 662 ribu ton.
Capaian itu melampaui target perusahaan. Realisasi layanan curah kering mencapai 223 persen dari target, curah cair 168 persen, sedangkan bag cargo berada di angka 93 persen.
Dengan tambahan layanan petikemas, Terminal Kijing diharapkan semakin memperkuat konektivitas logistik di Kalimantan Barat serta mendukung pertumbuhan sektor perdagangan, industri, dan ekspor di kawasan tersebut.
Editor : Alim Kusuma