J&T Express Pacu Logistik Hijau, Layani Pengiriman Paket Lewat Kendaraan Otonom

Reporter : Ali Masduki
J&T Express mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan dalam jaringan pengiriman paket di seluruh dunia. INPhoto/J&T Express

JAKARTA, iNFONews.ID - Penyedia jasa kurir J&T Express mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan dalam jaringan pengiriman paket di seluruh dunia. Langkah ini tertuang dalam Laporan Keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) Global 2025 yang resmi diterbitkan hari ini. 

Raksasa logistik tersebut kini mengoperasikan lebih dari 1.000 unit kendaraan otonom tanpa sopir guna memangkas jejak karbon sekaligus meningkatkan efisiensi pengiriman barang ke konsumen.

Baca juga: PT Jaya Sejati Logistik, Solusi One Stop Logistik dari Surabaya

Integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pengolahan data besar (big data) menjadi fondasi utama perusahaan dalam memetakan rute kurir yang lebih pendek. 

Dampaknya langsung terasa pada efisiensi proses sortir di gudang penampungan serta percepatan pengantaran paket di fase terakhir (last-mile). 

Kehadiran teknologi ini juga menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan pengiriman yang cepat namun tetap minim emisi gas buang.

Di sektor infrastruktur fisik, manajemen memperluas jaringan melalui pembangunan 14 kawasan logistik inti global dengan total luas lahan 1,05 juta meter persegi. 

Operasional gudang kini didukung oleh 150.000 mesin penggerak motor roda sinkron magnet permanen serta 400 ban berjalan (conveyor) yang didesain hemat daya listrik.

Untuk mengurangi tumpukan sampah plastik dari aktivitas belanja daring, gerakan kemasan hijau diperluas menggunakan 38,27 juta kantong transit daur ulang (reusable). Kantong-kantong khusus ini tercatat telah dipakai berulang kali hingga 3,33 miliar kali di seluruh jaringan distribusi.

Transformasi moda transportasi berlanjut ke penggunaan energi alternatif. Di pasar China, armada truk berbasis gas alam cair (LNG) milik perusahaan mencapai 1.697 unit atau berkontribusi sebesar 30 persen dari total kendaraan. 
Sementara di Asia Tenggara, operasional di Filipina sepenuhnya beralih menggunakan biodiesel B5, disusul Singapura yang mulai mengadopsi enam persen truk bertenaga listrik murni.

Bukan sekadar urusan lingkungan, transformasi digital ini ikut menyentuh aspek kesejahteraan para pekerja lapangan di era ekonomi digital. 

Di China, kesepakatan tata tertib kerja dan algoritma platform melindungi hak-hak dari 290.000 tenaga kurir. Regulasi internal ini mengatur keterbukaan sistem penghitungan upah, kepastian jenjang karier, serta transparansi beban kerja yang diatur oleh kecerdasan buatan.

Baca juga: Emil: Layanan Transportasi Umum Yang Layak, Nyaman, Aman, Terjangkau

Guna menekan angka kecelakaan kerja, investasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia ditingkatkan. Durasi pelatihan digital karyawan melonjak hingga 2,8 kali lipat sepanjang tahun lalu. Perusahaan juga menggelar 27.000 sesi edukasi keselamatan kerja yang melibatkan 1,4 juta staf di berbagai belahan dunia.

Penerapan teknologi canggih ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di sektor pertanian. Di wilayah perbukitan Chongqing, China, armada pesawat tanpa awak (drone) dikerahkan untuk mengangkut hasil panen jeruk dengan kapasitas hingga 10 ton per hari. 

Penggunaan teknologi penerbangan ini memotong beban biaya tenaga kerja yang selama ini memberatkan para petani lokal. Skenario serupa berjalan di Thailand lewat penyediaan jalur logistik khusus buah segar agar komoditas tidak cepat membusuk sebelum sampai di tangan pembeli.

Aksi cepat tanggap di area bencana juga terekam di beberapa wilayah operasional. J&T Express mengirimkan armada penerbangan khusus untuk menyalurkan 13 ton paket bantuan logistik saat banjir merendam Provinsi Aceh, Indonesia. 
Komitmen serupa terlihat saat musibah kebakaran melanda Tai Po, Hong Kong, berupa donasi senilai HK$10 juta dan penyaluran ratusan paket kebutuhan pokok bagi para pengungsi.

Di dalam negeri, program tanggung jawab sosial diwujudkan lewat payung kegiatan "J&T Antar Inspirasi". Perusahaan mengucurkan dana beasiswa pendidikan masing-masing senilai Rp100 juta bagi 10 pelajar terpilih, membina 40 guru di Sulawesi Tengah, serta membenahi sistem perpustakaan sekolah di Wakatobi. 

Baca juga: Aturan Baru Pengembalian Dana Pembatalan Tiket KA Antar Kota Menjadi Maksimal 7 Hari

Menandai satu dekade kiprahnya di industri logistik Indonesia, manajemen membagikan makanan gratis kepada 26.000 warga serta merenovasi fasilitas publik di Semarang, Bekasi, dan Surabaya.

Di sisi tata kelola usaha, pengawasan internal diperketat demi memastikan rantai pasok bersih dari praktik korupsi dan pencucian uang. 

Seluruh jajaran direksi dipastikan telah merampungkan pelatihan anti-suap dan pencegahan pendanaan terorisme dengan tingkat kelulusan mutlak.

Chief Financial Officer J&T Express, Dylan Tey, menjelaskan bahwa prinsip keberlanjutan saat ini sudah melekat menjadi bagian dari kegiatan harian operasional perusahaan, bukan sekadar pelengkap dokumen di atas kertas.

"Kami terus memacu transisi armada transportasi rendah karbon serta memperkuat sistem kesepakatan kerja berbasis algoritma yang adaptif bagi karyawan. Ke depan, teknologi akan terus kami optimalkan untuk meningkatkan transparansi tata kelola agar bisa menciptakan nilai jangka panjang bagi semua pihak," ujar Dylan dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (19/5/2026).

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru