JAKARTA, iNFONews.ID - Banyak orang masih menganggap karya visual berkualitas hanya bisa lahir dari kamera profesional dan proses produksi yang rumit. Xiaomi 17 mencoba mematahkan anggapan tersebut lewat pendekatan fotografi yang lebih praktis, namun tetap mengedepankan karakter visual artistik.
Mengusung filosofi “Essential Leica Imagery”, Xiaomi 17 dirancang untuk membantu pengguna menangkap momen sehari-hari menjadi konten visual berkelas hanya lewat smartphone. Pendekatan tersebut juga yang dimanfaatkan sejumlah figur industri kreatif, mulai dari Patricia Gouw hingga desainer Hian Tjen.
Baca juga: Reuni Maestro: Naoto Fukasawa Rancang Desain Eksklusif realme 16 Pro Series
Bagi Patricia Gouw, kualitas visual tidak lagi harus bergantung pada perangkat besar dan tim produksi kompleks. Dengan dukungan lensa telefoto Xiaomi 17, ia dapat menghasilkan foto bergaya editorial secara spontan.
“Pakai Xiaomi 17 itu seru banget. Aku bisa menghasilkan konten ala editorial yang clean bahkan dari jarak yang relatif jauh tanpa takut gambarnya pecah,” kata Patricia Gouw.
Menurutnya, detail tekstur pakaian hingga ekspresi wajah tetap tertangkap natural dengan karakter visual yang kuat layaknya hasil kamera profesional.
Tak hanya untuk gaya high-fashion, Xiaomi 17 juga dipakai para kreator dengan pendekatan visual berbeda.
Desainer Hian Tjen memanfaatkan Leica Portrait Mode untuk mengeksplorasi permainan siluet dan bayangan. Ia mengolah objek sederhana menjadi komposisi visual bernuansa puitis dengan warna yang tetap natural.
Baca juga: OPPO Reno15, Rahasia Selfie Sempurna Terungkap!
Sementara itu, kreator konten Yessiel Trivena memilih pendekatan lebih eksperimental. Dalam kondisi minim cahaya, ia memanfaatkan fitur “little night master” dan teknologi Light Fusion 950 untuk menghasilkan gambar tajam dengan tekstur yang tetap kaya.
Karya Yessiel banyak bermain pada refleksi kaca dan sudut sempit, menghadirkan nuansa edgy yang sesuai dengan karakter visualnya.
Berbeda lagi dengan Jaclyn Ariandra yang dikenal lewat gaya minimalis kontemporer. Ia mengandalkan Xiaomi HyperAI untuk menangkap detail gaya personal sekaligus latar arsitektur secara otomatis agar tetap terlihat harmonis.
Bagi Jaclyn, momen candid kini bisa langsung berubah menjadi konten visual yang rapi dan berkelas tanpa proses panjang.
Baca juga: Ansor Jatim Siap Jadi 'Hub' Pemuda Indonesia-Tiongkok
Di balik kemampuan kameranya, Xiaomi 17 dibekali chipset Snapdragon 8 Elite, layar dengan tingkat kecerahan tinggi, serta baterai 6330mAh untuk mendukung aktivitas kreatif sepanjang hari.
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, mengatakan Xiaomi ingin menghadirkan teknologi yang lebih dekat dengan kebutuhan kreator masa kini.
“Kami ingin teknologi di Xiaomi 17 menjadi alat yang membebaskan. Seperti PatGouw dan teman-teman kreator lainnya, kami ingin setiap orang berani mengeksplorasi jiwa seni dalam diri mereka sendiri,” ujar Andi.
Editor : Alim Kusuma