Jumat, 15 Mei 2026 14:55 WIB

Universitas Terbuka Bangun AI Tutor untuk 100 Ribu Mahasiswa

Universitas Terbuka memanfaatkan Microsoft Azure dan AI Tutor untuk memperkuat pembelajaran digital aman bagi ratusan ribu mahasiswa. INPhoto/UT
Universitas Terbuka memanfaatkan Microsoft Azure dan AI Tutor untuk memperkuat pembelajaran digital aman bagi ratusan ribu mahasiswa. INPhoto/UT

SURABAYA, iNFONews.ID - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI di perguruan tinggi terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pembelajaran digital berskala besar. Universitas Terbuka (UT) menjadi salah satu kampus di Indonesia yang mempercepat transformasi tersebut melalui pengembangan AI Tutor berbasis Microsoft Azure.

Sistem AI Tutor milik UT saat ini telah diterapkan di sekitar 500 kelas dan digunakan lebih dari 100 ribu mahasiswa. Teknologi tersebut dikembangkan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh yang tetap terkontrol secara akademik sekaligus aman dari sisi pengelolaan data.

Sebagai perguruan tinggi negeri berbasis pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT kini melayani lebih dari 1,8 juta mahasiswa terdaftar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri. 

Jumlah mahasiswa aktif juga terus meningkat, dari 551.030 mahasiswa pada semester pertama 2024 menjadi 768.248 mahasiswa pada semester pertama 2025.

Pengembangan ekosistem digital tersebut dilakukan melalui kolaborasi jangka panjang bersama Microsoft sejak 2013. Dalam transformasi terbaru, UT memanfaatkan berbagai layanan berbasis cloud seperti Azure OpenAI Service, Azure Kubernetes Service, Azure Cosmos DB, hingga Microsoft Sentinel.

Direktur Direktorat Sistem Informasi Universitas Terbuka, Dr. Muhammad Rif'an, mengatakan teknologi AI di kampus dirancang untuk membantu proses belajar tanpa menghilangkan kendali akademik.

“Dengan jumlah mahasiswa yang besar dan tersebar luas, Universitas Terbuka memerlukan pendekatan teknologi yang tidak hanya skalabel, tetapi juga dapat dikelola secara akademik. Pemanfaatan AI kami rancang untuk mendukung proses pembelajaran secara kontekstual, selaras dengan kurikulum, serta menjaga integritas dan kepercayaan dalam pendidikan jarak jauh,” ujar Rif'an.

AI Tutor UT dikembangkan menggunakan pendekatan Retrieval-Augmented Generation (RAG), sehingga sistem hanya merujuk pada materi ajar resmi dan basis pengetahuan internal kampus. Pendekatan tersebut diterapkan untuk menjaga akurasi jawaban sekaligus meminimalkan risiko informasi yang tidak sesuai konteks akademik.

Selain mendukung interaksi belajar berbasis teks, AI juga dimanfaatkan untuk membantu proses penilaian dan pemberian umpan balik terhadap tugas mahasiswa.

UT mencatat peningkatan partisipasi mahasiswa dalam diskusi daring setelah implementasi AI Tutor berjalan. Sejumlah mata kuliah juga menunjukkan perbaikan nilai tugas mahasiswa.

Dampak lain terlihat pada efisiensi kerja dosen. Proses yang sebelumnya memerlukan waktu berhari-hari untuk pengumpulan tugas, penilaian, hingga pemberian umpan balik kini dapat diselesaikan dalam satu hingga dua hari.

Perubahan tersebut membuat tenaga pengajar dapat lebih fokus pada pengembangan materi, analisis pembelajaran, dan pendalaman diskusi akademik dibanding sekadar menjawab pertanyaan rutin mahasiswa.

Di sisi keamanan, UT menerapkan pengelolaan sistem berbasis identity and access management, enkripsi data, pemantauan layanan, hingga sistem pencadangan dan pemulihan data.

Komitmen perlindungan data juga menjadi perhatian utama dalam kerja sama tersebut. Microsoft memastikan data organisasi tidak digunakan untuk melatih foundation model tanpa izin pengguna.

Azure Go to Market Lead Microsoft ASEAN, Fiki Setiyono, menyebut kolaborasi dengan UT menjadi contoh pemanfaatan AI yang tetap mengedepankan tata kelola dan regulasi.

“Kolaborasi dengan Universitas Terbuka menunjukkan bagaimana cloud dan AI dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk mendukung pendidikan terbuka dalam skala nasional. Microsoft berkomitmen menyediakan teknologi yang aman, patuh regulasi, dan andal untuk membantu institusi pendidikan menghadirkan pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Fiki.

Ke depan, UT menilai teknologi agentic AI berpotensi menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan tinggi terbuka.

Kampus tersebut mulai melihat peluang pengembangan asisten akademik digital yang mampu membantu perencanaan studi, memantau risiko keterlambatan akademik, hingga memberikan rekomendasi jalur pembelajaran bagi mahasiswa.

Editor : Alim Kusuma