Jumat, 30 Jan 2026 18:47 WIB

Ansor Jatim Siap Jadi 'Hub' Pemuda Indonesia-Tiongkok

Ketua PW GP Ansor Jatim, Mussafa Safril, dalam acara peringatan 75 tahun hubungan diplomatik di Hotel Vaza Surabaya pada 9 Desember 2025. INPhoto/Eric Setyo Pambudi
Ketua PW GP Ansor Jatim, Mussafa Safril, dalam acara peringatan 75 tahun hubungan diplomatik di Hotel Vaza Surabaya pada 9 Desember 2025. INPhoto/Eric Setyo Pambudi

SURABAYA, iNFONews.ID – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur (PW GP Ansor Jatim) menyatakan kesiapannya untuk menjadi simpul strategis dalam memperkuat hubungan antara generasi muda Indonesia dan Tiongkok.

Hal ini disampaikan bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara, serta pelantikan Konsul Jenderal Tiongkok yang baru di Surabaya.

Ketua PW GP Ansor Jatim, Musaffa Safril, menyampaikan komitmen ini dalam acara yang digelar di Hotel Vaza Surabaya pada 9 Desember 2025.

Acara tersebut dihadiri oleh Konjen Tiongkok yang baru, Ye Su, Wakil Gubernur Jawa Timur, sejumlah tokoh penting Jatim, serta perwakilan diplomatik dari Amerika Serikat, Jerman, dan Australia.

Safril menekankan pentingnya diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy) untuk memperluas kerja sama bilateral. Ansor Jatim menawarkan inisiatif "People-to-People Exchange Hub" sebagai pengganti konsep Sister City yang sudah ada.

"Ansor Jawa Timur siap menjadi hub strategis dalam memperkuat konektivitas pemuda Indonesia dan Tiongkok, khususnya di bidang sosial budaya, pendidikan, dan transfer teknologi. Kami percaya, masa depan hubungan kedua negara sangat ditentukan oleh seberapa erat jejaring generasi mudanya," ujar Safril.

Hub ini dirancang untuk menghubungkan komunitas pemuda, pelaku UMKM Jawa Timur, dan pelaku industri kreatif dengan mitra-mitra strategis di Tiongkok. Tujuannya adalah menciptakan ruang kolaborasi lintas budaya dan ekonomi yang dinamis dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkannya, Ansor Jatim mendorong terbentuknya Youth and Creative Economy Exchange Program antara Jawa Timur dan provinsi-provinsi di Tiongkok, seperti Guangdong, Hainan, atau Sichuan.

"Program ini akan menjadi wadah pertukaran ide, pelatihan keterampilan, serta promosi produk UMKM Jawa Timur ke pasar Tiongkok," jelasnya.

Ansor Jatim juga tengah menyiapkan program-program konkret, seperti pertukaran pelajar dan pemuda, pelatihan teknologi digital bersama, pengembangan e-sport, hingga festival budaya lintas negara.

Program-program ini bertujuan untuk memperluas pemahaman lintas budaya dan membuka peluang kolaborasi di sektor strategis seperti teknologi, pendidikan, dan ekonomi kreatif.

Safril menyoroti potensi kerja sama di bidang teknologi terapan, seperti pengembangan esport, inkubasi bisnis digital, pelatihan kecerdasan buatan, hingga teknologi hijau.

"Tiongkok memiliki infrastruktur dan pengalaman yang luar biasa, sementara pemuda Indonesia memiliki kreativitas dan semangat inovasi tinggi. Ini adalah kombinasi yang sangat potensial," tambahnya.

Selain itu, Ansor Jatim juga mengusulkan kerja sama strategis dalam penguatan budaya Islam yang moderat dan inklusif di Tiongkok.

Menurut Safril, dialog budaya dan keagamaan yang sehat dapat menjadi jembatan untuk memperkuat toleransi dan saling pengertian.

"Ansor Jatim siap bekerja sama dengan komunitas Muslim di Tiongkok, termasuk dalam pengembangan pendidikan Islam moderat, pertukaran ulama muda, serta promosi nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin," tegasnya.

Ansor Jatim berencana menggandeng pesantren, universitas, lembaga riset, serta pelaku industri kreatif di Jawa Timur untuk membangun platform kolaboratif yang berkelanjutan dengan mitra-mitra di Tiongkok.

Dengan semangat kolaborasi ini, Ansor Jawa Timur menegaskan kesiapan mereka untuk menjadi simpul penting dalam membangun jembatan peradaban antara Indonesia dan Tiongkok, dimulai dari akar rumput dan diperkuat oleh generasi muda.

Laporan: Eric Setyo Pambudi

Editor : Alim Kusuma