JAKARTA, iNFONews.ID - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mempertegas perannya dalam menjaga ketahanan energi Indonesia saat merayakan hari jadi ke-61 pada Rabu (13/5/2026). Penguasaan mayoritas infrastruktur gas bumi nasional menjadi modal strategis perusahaan untuk memastikan pasokan energi tetap aman bagi industri hingga rumah tangga.
Sepanjang kuartal I-2026, volume penyaluran gas PGN mencapai 777 BBTUD. Adapun volume transmisi tercatat sebesar 1.539 MMSCFD. Distribusi tersebut menopang berbagai sektor penting, mulai dari pembangkit listrik, manufaktur, hingga kebutuhan domestik masyarakat.
Baca juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia: Amanat Penderitaan Rakyat Madura
Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, mengatakan transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan selama lebih dari enam dekade diarahkan untuk menjaga ketersediaan energi melalui diversifikasi pasokan dan penguatan layanan.
“Gas bumi harus tetap mudah diakses masyarakat. Karena itu kami memperkuat infrastruktur, menghadirkan inovasi layanan, dan menjalankan bisnis yang lebih ramah lingkungan,” ujar Fajriyah di Jakarta.
Untuk menjaga kesinambungan suplai, PGN aktif mengamankan kontrak dari berbagai sumber gas baru. Selain mengandalkan jaringan pipa eksisting, perusahaan mulai mengincar potensi pasokan dari proyek-proyek besar seperti Blok Masela, Andaman, hingga WK Tungkal.
Strategi tersebut diperkuat lewat kerja sama LNG dengan INPEX Masela serta optimalisasi pasokan melalui FSRU Jawa Barat. PGN juga mulai masuk ke sektor energi rendah emisi melalui pengembangan biomethane dan Coalbed Methane (CBM) di Muara Enim.
Salah satu proyek yang kini menjadi perhatian adalah revitalisasi Tangki LNG Arun F-6004 berkapasitas 127 ribu meter kubik. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai hub LNG regional yang dapat melayani kebutuhan energi domestik sekaligus pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Baca juga: Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Pertagas Siap Sokong Energi Bersih
Di sisi infrastruktur, PGN saat ini mengoperasikan jaringan pipa sepanjang 33.490 kilometer yang tersebar di 18 provinsi. Meski demikian, perusahaan mengakui masih ada wilayah yang belum terjangkau jaringan gas pipa.
Sebagai solusi, PGN memperluas layanan beyond pipeline melalui distribusi Compressed Natural Gas (CNG) retail. Perusahaan membangun mother station CNG di Medan serta memperluas layanan di Bandung.
“Sektor industri, UMKM, hingga hotel, restoran, dan kafe membutuhkan energi yang lebih efisien dibanding bahan bakar minyak. Itu yang kami bidik lewat pengembangan CNG,” kata Fajriyah.
Ekspansi juga menyasar sektor rumah tangga. Hingga saat ini, jumlah pelanggan jargas PGN telah mencapai lebih dari 820 ribu sambungan rumah. Pengembangan jaringan baru dilakukan di kawasan hunian dan pusat pertumbuhan ekonomi seperti Jatengland dan BSB City.
Baca juga: PGN Group Sembelih 955 Hewan Kurban, Tebar Berkah Idul Adha di Berbagai Wilayah
Kinerja PGN turut mendapat pengakuan internasional. Perusahaan masuk dalam daftar 500 Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik versi Majalah TIME dan meraih predikat tata kelola perusahaan terbaik di kawasan ASEAN.
Tak hanya berfokus pada bisnis energi, PGN juga menjalankan sejumlah program sosial. Salah satunya pengembangan budidaya padi biosaline di wilayah pesisir Jepara sebagai bagian dari program ketahanan pangan masyarakat.
“Momentum ulang tahun ke-61 menjadi langkah untuk memperkuat integrasi bisnis. Kami ingin tetap tumbuh sekaligus mendukung transisi energi nasional secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.
Editor : Alim Kusuma