SURABAYA, iNFONews.ID – Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA) MMA Jawa Timur kembali menggelar agenda rutin tahunan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sirkuit Dua. Ajang bergengsi ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 1 hingga 3 Mei 2026, bertempat di Gelora Pancasila, Surabaya,kamis (30/4/26).
Pelatih IBCA MMA Kabupaten Blitar, Fafik Nurul Huda, menjelaskan bahwa kejuaraan kali ini merupakan seri kedua dari rangkaian sirkuit tahun ini. Event ini memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet berpotensi.
"Ini adalah agenda resmi yang digelar tiga kali dalam setahun. Kejurprov kali ini menjadi radar utama untuk mencari bibit atlet, Para pemenang nantinya akan diproyeksikan untuk mewakili Jawa Timur di ajang nasional hingga internasional, termasuk persiapan menuju PON Bela Diri II 2026 yang akan dihelat di Makassar." ungkapnya.
Dalam sirkuit kali ini, pertandingan mencakup berbagai kategori usia, mulai dari usia dini hingga dewasa. Kabupaten Blitar menurunkan kekuatan penuh dengan mengirimkan total delapan atlet berbakat. Dari jumlah tersebut, komposisi tim terdiri dari satu atlet putri dan tujuh atlet putra yang siap berlaga di atas oktagon.
"Untuk kejuaraan kali ini, kami membawa total delapan personel. Satu srikandi dan tujuh atlet putra untuk bertarung di berbagai kelas," jelasnya.
Fafik merinci bahwa distribusi kelas yang diikuti oleh timnya cukup bervariasi. Satu atlet putra akan turun di nomor MMA (Mixed Martial Arts), sementara tujuh atlet lainnya akan bertarung di kelas stand-up fighting.
"Kami mengirim satu atlet putra khusus untuk kelas MMA. Sisanya akan turun di kelas stand-up fighting . Mayoritas yang kami kirim adalah kategori youth, sementara untuk kategori junior kami hanya mengirim dua atlet," tutur.
Namun, Fafik mengakui bahwa saat ini organisasi IBCA MMA di Kabupaten Blitar tengah berada dalam masa transisi kepengurusan. Kondisi ini membuat tim pelatih lebih fokus pada aspek pencarian bakat dan pembibitan awal. Mayoritas atlet yang diberangkatkan merupakan pendatang baru atau pemula yang sedang dipersiapkan untuk jangka panjang.
"Jujur saja, kami sedang dalam masa transisi kepengurusan, jadi saat ini kami fokus pada pencarian bakat. Atlet yang berangkat hari ini statusnya masih pemula, kami benar-benar memulai dari tahap pembibitan," ujarnya
Meskipun dalam masa transisi, Fafik menegaskan bahwa persiapan teknis dan fisik para atlet sudah dilakukan secara maksimal. Ia optimis anak asuhnya memiliki mental bertarung yang kuat untuk merebut podium.
"Persiapan kita insyaallah sudah matang. Para atlet sudah siap tanding dan bertarung untuk memperebutkan gelar juara," tegasnya
Mengenai target medali, tim pelatih Kabupaten Blitar memilih untuk bersikap realistis namun tetap kompetitif. Fafik menyebutkan bahwa pihaknya tidak ingin mematok target yang terlalu muluk mengingat komposisi pemain yang didominasi atlet pemula. Namun, ia tetap menaruh harapan besar pada kelas-kelas unggulan yang telah dipersiapkan secara intensif.
"Kami tidak ingin muluk-muluk, tapi untuk kelas MMA kami targetkan medali emas. Sedangkan untuk kelas stand-up fighting , karena mereka masih junior dan butuh jam terbang, kami targetkan medali perak terlebih dahulu," pungkasnya.
Keikutsertaan Kabupaten Blitar dalam Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 ini diharapkan menjadi batu loncatan penting. Selain mengejar prestasi, ajang ini menjadi parameter evaluasi bagi tim pelatih untuk melihat sejauh mana perkembangan atlet pemula di Blitar dalam menghadapi persaingan ketat di tingkat provinsi maupun nasional ke depannya. (*)
Editor : Tudji Martudji