PASURUAN, iNFONews.ID — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mewakili Gubernur Jawa Timur secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Jawa Timur Tahun 2026 di Taman Candra Wilwatikta, Kabupaten Pasuruan, Senin (20/4/2026).
Rakerda ini menjadi forum strategis dalam rangka evaluasi program kerja sekaligus penyusunan arah kebijakan Gerakan Pramuka Jawa Timur ke depan agar lebih terarah, terukur, dan berdampak bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekdaprov Adhy menyampaikan salam hangat dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang memberikan perhatian besar terhadap penguatan Gerakan Pramuka sebagai pilar pembangunan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
“Program Pramuka harus betul-betul sinergi menjadi kekuatan strategis dalam menyiapkan generasi unggul yang berkarakter, tangguh, adaptif, dan mampu menjawab serta menangani berbagai tantangan zaman dan berdampak kepada masyarakat” ujarnya.
Ia menegaskan, Gerakan Pramuka tidak hanya berperan dalam pembentukan karakter, tetapi juga harus mampu memberikan dampak dan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program-program yang produktif dan solutif.
Salah satu program yang mendapat apresiasi sekaligus launching pada rakerda adalah renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) melalui kegiatan kepramukaan dengan tagline 1 Gudep 1 Renovasi RTLH. Program ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian sosial sekaligus penguatan peran Pramuka dalam membantu masyarakat.
“Program 1 Gudep 1 Renovasi RTLH menunjukkan bahwa Pramuka hadir dan berpartisipasi tidak hanya sebagai organisasi dalam pembentukan pendidikan karakter saja, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat," tegasnya.
"Program 1 Gudep 1 Renovasi RTLH ini sinergi yang luar biasa karena dapat memberikan kontribusi dalam mengurangi indikator kemiskinan melalui peningkatan kualitas tempat tinggal masyarakat," imbuhnya
Adhy juga mengapresiasi kerja sama strategis dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam membuka jalur prestasi kepramukaan bagi 100 kuota mahasiswa baru, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia.
“Ini merupakan langkah konkret dalam memberikan ruang bagi anggota Pramuka berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.
Ditekankan pentingnya penguatan koordinasi dan kolaborasi antara Gerakan Pramuka dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar seluruh program dapat berjalan optimal dan memberikan dampak berkelanjutan.
Mengakhiri sambutannya, Sekdaprov Adhy berharap melalui Rakerda Pramuka ini dapat dihasilkan program kerja pramuka yang inovatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman dalam pembinaan generasi muda. (*)
Editor : Tudji Martudji