Poros Muda NU Usul Jatim Jadi Tuan Rumah Muktamar

Reporter : Eric Setyo Pambudi
Koordinator Nasional Poros Muda NU, Ramadhan Isa. INPhoto/Dokumentasi Pribadi

SURABAYA, iNFONews.ID - Peluang Jawa Timur menjadi tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 kian menguat. Kesiapan infrastruktur hingga pengalaman mengelola acara berskala besar dinilai menjadi faktor penentu, ditambah pengaruh kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang dianggap mampu menggerakkan basis massa Nahdliyin.

Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung sekitar Agustus mendatang. Forum tertinggi organisasi tersebut akan menentukan arah kepemimpinan ulama sekaligus kebijakan strategis ke depan. 

Baca juga: Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf: Jangan Reaktif Hadapi Bencana 2026

Jutaan warga Nahdliyin menunggu keputusan lokasi yang hingga kini belum ditetapkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Sebelum agenda utama, rangkaian kegiatan diawali Konferensi Besar NU dan Silaturahmi Alim Ulama di Surabaya pada April. Pertemuan tersebut diperkirakan menjadi ajang konsolidasi penting menjelang Muktamar.

Koordinator Nasional Poros Muda NU, Ramadhan Isa, menyebut Jawa Timur berada di posisi terdepan dibanding daerah lain. Penilaian itu tidak hanya bertumpu pada fasilitas, tetapi juga faktor kepemimpinan yang dinilai solid.

“Jawa Timur paling siap menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 karena faktor Khofifah. Beliau bukan sekadar gubernur, tetapi tokoh NU senior dengan komitmen, basis massa, dan kepemimpinan kuat,” ujar Dhani, Jumat (10/4/2026).

Menurut dia, rekam jejak penyelenggaraan acara besar di Jawa Timur menunjukkan kemampuan manajemen massa yang teruji. Sejumlah kegiatan berskala nasional berlangsung lancar, termasuk peringatan Satu Abad NU di Stadion Delta Sidoarjo pada Februari 2023.

Baca juga: Harisandi Savari: KEK Tembakau Madura Jangan Cuma Jadi Wacana Administratif

Agenda lain juga berjalan tanpa kendala, seperti Kongres Muslimat NU ke-18 di Surabaya pada 2025 hingga Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang pada Februari 2026 yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto dengan jumlah peserta mencapai ratusan ribu.

“Mobilisasi massa dalam jumlah besar bisa dikelola dengan baik. Itu menunjukkan kesiapan teknis sekaligus kekuatan jaringan,” katanya.

Pengaruh Khofifah juga terlihat di tingkat nasional. Perayaan Harlah Muslimat NU ke-78 di Jakarta pada Januari 2024 dihadiri sekitar 200 ribu jamaah. 

Dhani menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemampuan menggerakkan struktur organisasi hingga akar rumput.

Baca juga: Pulang Ke Rahim Sejarah, Kota Surabaya Layak Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Selain faktor teknis, Jawa Timur juga memiliki nilai historis kuat bagi NU. Wilayah tersebut menjadi tempat lahir dan berkembangnya organisasi, dengan banyak pesantren besar serta tokoh pendiri yang berasal dari daerah itu.

Atas dasar itu, Poros Muda NU mengusulkan konsep tuan rumah bersama di Jawa Timur. Sejumlah daerah dinilai bisa dilibatkan, mulai Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan, Jombang, Kediri Raya, hingga Situbondo.

“Formatnya tuan rumah besar Jawa Timur dengan melibatkan daerah yang punya ikatan sejarah kuat dengan NU, termasuk pesantren yang diasuh kiai khos dan keluarga pendiri,” ujar Dhani.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru