SURABAYA, iNFONews.ID - DPRD Jatim menghadirkan kebun hidroponik di halaman kantor sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan.
Langkah tersebut tidak hanya mengubah wajah gedung legislatif di Jalan Indrapura menjadi lebih hijau, tetapi juga membuka akses pangan segar bagi pegawai dan warga sekitar.
Baca juga: Standar Nasional Berubah, Target Kualitas Lingkungan LKPJ Jatim Tak Tercapai
Area yang sebelumnya identik dengan suasana formal kini dipenuhi instalasi tanaman sayur yang tertata rapi.
Pengembangan kebun hidroponik dilakukan untuk memanfaatkan lahan kantor agar lebih produktif di tengah keterbatasan ruang perkotaan.
Sekretaris Dewan DPRD Jatim, Mohammad Ali Kuncoro, menyebut pemanfaatan halaman kantor sebagai langkah konkret menghadapi tantangan global, termasuk potensi krisis pangan.
“Kami memanfaatkan halaman luas di gedung DPRD Jatim untuk mendukung penguatan ketahanan pangan. Langkah ini menjadi upaya konkret di tengah situasi global yang tidak menentu,” ujarnya saat ditemui, Selasa (7/4/2026).
Tak berhenti pada tanaman sayur, pengelolaan lahan dilakukan secara terpadu. Kolam di area gedung dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele, sehingga membentuk ekosistem pangan skala kecil di tengah kota.
Baca juga: DPRD Jatim Protes Keras Penghapusan Kuota Peserta Baru Prokesra 2026
Model integrasi tersebut memungkinkan produksi sayuran dan protein hewani dalam satu kawasan. Hasilnya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan internal sekaligus memberi nilai tambah bagi lingkungan sekitar.
Ali Kuncoro mengatakan hasil panen nantinya akan dimanfaatkan oleh pegawai. “Jika sudah panen, hasilnya bisa dikonsumsi bersama dan dibawa pulang sebagai tambahan nutrisi,” katanya.
Manfaat program tidak berhenti di dalam kantor. Warga sekitar juga akan ikut menikmati hasil panen sebagai bagian dari kontribusi sosial lembaga legislatif.
“Kami ingin keberadaan kantor ini memberi dampak nyata. Hasil panen akan dibagikan kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.
Baca juga: Sengkarut Tambang Jatim, DPRD Desak Pemerintah Pusat Terbitkan Perpres
Kebun hidroponik di kompleks DPRD Jatim menjadi contoh bahwa lahan terbatas di perkotaan tetap bisa menghasilkan pangan.
Inisiatif tersebut membuka peluang bagi kantor, sekolah, maupun komunitas untuk mengembangkan urban farming sebagai solusi praktis menjaga ketersediaan pangan.
Editor : Alim Kusuma