JOMBANG, iNFONews.ID - Menjelang Lebaran, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendatangi Jombang untuk sowan ke ulama dan berziarah ke makam Gus Dur.
Agenda tersebut menjadi bagian dari tradisi spiritual yang masih kuat di kalangan masyarakat pesantren, sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah momentum Idul Fitri.
Baca juga: Khofifah: Koperasi Jatim Harus Punya Nafas Ideologis Seperti Rabobank
Khofifah mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng dan Tambakberas, Rabu (18/3). Ia bertemu Pengasuh Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) serta Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid di Tambakberas.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Khofifah menyebut sowan sebagai cara menjaga hubungan dengan para guru sekaligus memohon doa bagi keberlangsungan Jawa Timur.
“Silaturahmi menjadi ikhtiar mempererat hubungan dengan para guru, sekaligus memohon doa agar Jawa Timur diberi keberkahan, kedamaian, dan kemajuan,” ujarnya.
Tradisi sowan, menurutnya, masih hidup di tengah masyarakat Jawa Timur karena memiliki makna lebih dari sekadar rutinitas keagamaan. Praktik tersebut tumbuh dari kultur pesantren yang menempatkan hubungan murid dan guru sebagai fondasi nilai sosial.
“Menjelang Lebaran, sowan bukan sekadar tradisi keagamaan. Ada nilai sosial dan spiritual, juga sebagai wasilah ngalap berkah,” katanya.
Momentum Idul Fitri dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan dan memperbaiki relasi sosial. Khofifah berharap kebiasaan tersebut tidak terputus, terutama di kalangan generasi muda.
Baca juga: Khofifah Dorong edOTEL SMKN 1 Jombang Jadi BLUD Guna Cetak SDM Hotel Bintang 5
“Generasi muda perlu dibiasakan dengan tradisi seperti ini. Keteladanan penting untuk membangun akhlak amaliyah ubudiyah generasi sekarang,” ucapnya.
Di sela kunjungan, Khofifah bersama Gus Kikin juga berziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari dan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Ponpes Tebuireng. Ziarah berlangsung khusyuk dengan doa, tahlil, dan tabur bunga.
Bagi Khofifah, Gus Dur meninggalkan warisan nilai yang tetap relevan bagi masyarakat Indonesia saat ini.
“Ziarah menjadi pengingat atas keteladanan Gus Dur dalam merawat keberagaman, menjaga persatuan, dan menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tuturnya.
Baca juga: Marbot Soccer League, Strategi Kultural Khofifah Ramaikan Masjid di Jatim
Ia menilai semangat kemanusiaan dan inklusivitas yang diperjuangkan Gus Dur perlu terus dijaga, terutama dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Semangat Gus Dur harus terus dirawat, terutama untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman,” ujarnya.
Ziarah tersebut juga dimaknai sebagai refleksi untuk melanjutkan nilai-nilai yang telah diwariskan para tokoh bangsa.
“Bukan hanya mendoakan, tetapi juga meneguhkan komitmen melanjutkan nilai kebaikan bagi bangsa dan negara,” kata Khofifah.
Editor : Alim Kusuma