Khofifah: Koperasi Jatim Harus Punya Nafas Ideologis Seperti Rabobank

Reporter : Eric Setyo Pambudi
Khofifah saat mengukuhkan 56 pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur periode 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Minggu (15/3).  INPhoto/Humas Prov Jatim

SURABAYA, iNFONews.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak para penggerak ekonomi kerakyatan untuk menengok kembali sejarah besar di Rochdale, Inggris, dan kesuksesan Rabobank di Belanda. 

Menurutnya, koperasi di Jawa Timur tidak boleh hanya berjalan sebagai unit bisnis semata, melainkan harus memiliki fondasi ideologis yang kokoh untuk menyejahterakan masyarakat.

Baca juga: Khofifah Dorong edOTEL SMKN 1 Jombang Jadi BLUD Guna Cetak SDM Hotel Bintang 5

Pesan ini disampaikan Khofifah saat mengukuhkan 56 pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur periode 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Minggu (15/3). 

Di bawah kepemimpinan Slamet Sutanto, pengurus baru ini memikul tanggung jawab besar membawa koperasi sebagai pilar utama ekonomi daerah.

"Saya pernah berkunjung ke Rochdale, tempat lahirnya koperasi modern tahun 1844. Gerakan ini muncul sebagai jawaban atas dampak Revolusi Industri. Ini adalah gerakan ideologis tentang kebersamaan, bukan sekadar mencari laba," ujar Khofifah.

Khofifah memberikan gambaran bagaimana negara-negara Eropa memberikan ruang istimewa bagi koperasi. Bahkan di pusat perbelanjaan mewah sekalipun, selalu tersedia sudut khusus untuk produk koperasi. 
Ia mencontohkan Rabobank yang awalnya hanya koperasi petani di Belanda, namun kini bertransformasi menjadi salah satu raksasa keuangan global.

Di Jawa Timur, model serupa mulai bermunculan. Khofifah mengapresiasi fenomena unik di Bojonegoro, di mana sebuah koperasi mampu memiliki perusahaan atau korporasi sendiri.

Baca juga: Marbot Soccer League, Strategi Kultural Khofifah Ramaikan Masjid di Jatim

"Biasanya korporasi yang punya koperasi. Namun di Bojonegoro, justru koperasi yang membawahi korporasi. Model seperti inilah yang harus kita jadikan referensi," tambahnya.

Langkah strategis pemerintah pusat yang memisahkan Kementerian Koperasi dengan Kementerian UMKM juga dinilai sebagai sinyal positif. Kebijakan ini diharapkan membuat pembinaan koperasi jauh lebih spesifik dan bertenaga.

Di tingkat akar rumput, Jawa Timur mencatatkan progres signifikan. Hingga 15 Maret 2026, sebanyak 997 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah beroperasi secara aktif dari target 8.494 koperasi di seluruh desa. 

Baca juga: Gubernur Khofifah Siap Jadi Pengusul KEK Tembakau Madura

Khofifah berharap ribuan koperasi desa ini sudah bergerak masif saat peringatan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli mendatang.

Sementara itu, Ketua Harian Dekopin, Priskianto, memuji komitmen Pemprov Jatim dalam mengayomi gerakan ekonomi bawah ini. Ia memastikan pengurus Dekopinwil Jatim yang baru akan bekerja ekstra keras demi memajukan kesejahteraan anggota.

"Kita harus bekerja bersama agar koperasi benar-benar menjadi alat untuk menaikkan taraf hidup masyarakat Jatim," tutup Priskianto.

Editor : Alim Kusuma

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru