GRESIK, iNFONews.ID - Puluhan siswa SDIT Al Huda Bawean bersama warga Desa Lebak, Sangkapura, Gresik, turun ke pantai dalam aksi nyata bertajuk Children Environmental Action. Aksi ini bukan sekadar membersihkan, tetapi menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini pada generasi muda Bawean.
Hanya dalam satu kegiatan, mereka berhasil mengumpulkan hampir 1 ton sampah (945 kg), didominasi oleh plastik sekali pakai. Temuan ini mengejutkan: sampah saset makanan yang diperkirakan berasal dari tahun 1989 dan sisa obat-obatan berbahaya ikut terangkat. Ini menunjukkan betapa lamanya sampah plastik bertahan, mengancam kesehatan anak-anak yang bermain di pantai.
Baca juga: IAIFA Kediri Bahas Dosa Ekologis, Dorong Pesantren Mandiri Sampah
Kepala Sekolah SDIT Al Huda Bawean, Rissky Wahyu Saputra, menyebut 60-70% sampah berasal dari aktivitas warga, sementara sisanya sampah kiriman. "Pantai ini adalah tempat bermain anak-anak. Jika tidak dipantau, kami khawatir zat berbahaya terus mengenai mereka," ujarnya, menekankan urgensi pengelolaan yang lebih baik.
Baca juga: Strategi Raksha Loka Jakarta Tekan Timbulan Sampah Acara Massal
Manajer Ecoton, Alaika Rahmatullah, menyoroti kegagalan sistemik ini dan mendesak produsen menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR) agar tidak melimpahkan beban sampah kepada masyarakat dan pemerintah desa.
Baca juga: Penelitian Pelajar Surabaya Temukan Mikroplastik di Kali Tebu
Aksi ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak: menjaga keindahan Bawean bukan hanya tanggung jawab desa, tetapi juga produsen dan seluruh warga. Anak-anak Bawean kini menjadi agen perubahan, melindungi ekosistem pesisir mereka sendiri.
Editor : Alim Kusuma