KEDIRI, iNFONews.ID – Langit malam di Desa Lamong, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (22/11) malam, menjadi saksi bisu kembalinya kearifan lokal yang membawa berkah ekonomi.
Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan pagelaran wayang kulit yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (melalui Disbudpar) dan DPRD Jatim.
Baca juga: DPRD Jatim Protes Keras Penghapusan Kuota Peserta Baru Prokesra 2026
Kegiatan ini tidak hanya sukses menghibur, tetapi juga memicu geliat ekonomi mikro di sekitar lokasi.
Dalang kondang Ki Cahyo Kuntadi tampil memukau, membawakan lakon berjudul "Wahyu Katentreman." Kisah ini memiliki resonansi mendalam dengan kondisi sosial saat ini, menceritakan perjuangan Ksatria Pandawa di bawah bimbingan Kiai Semar untuk memulihkan kedamaian di tengah kekisruhan negara. Wahyu Katentreman (Ketentraman) digambarkan sebagai anugerah yang diperoleh melalui kesabaran dan kebaikan.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi Golkar, M. Hadi Setiawan, yang akrab disapa Cak Hadi, menegaskan bahwa peran ganda kegiatan budaya ini. Menurutnya, pagelaran wayang kulit merupakan formula yang sangat efektif untuk melestarikan jati diri bangsa sekaligus menumbuhkan ekonomi kerakyatan.
“Selain memastikan kebudayaan terjaga, kita juga memastikan ekonomi kreatif ikut berkembang. Dalam setiap pagelaran budaya, masyarakat berkumpul dengan rukun, dan ekonomi rakyat ikut bangkit,” tegas Cak Hadi kepada awak media.
Cak Hadi menambahkan, keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memenuhi area pertunjukan menjadi bukti nyata manfaat langsung dari kegiatan ini. Ia melihat, pertunjukan budaya adalah katalisator pergerakan ekonomi lokal.
Baca juga: Sengkarut Tambang Jatim, DPRD Desak Pemerintah Pusat Terbitkan Perpres
“Mulai penjual pentol sampai pedagang lainnya, insyaAllah semuanya laku. Ini menunjukkan bahwa di Indonesia, khususnya Jawa Timur, budaya yang kuat mampu menumbuhkan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Lebih lanjut, politisi dari Partai Golkar ini tak lupa mengajak hadirin dan seluruh masyarakat untuk terus merawat warisan leluhur ini. Ia menekankan bahwa budaya adalah identitas bangsa dan anugerah tak ternilai yang harus dijaga.
"Kita sebagai warga negara Indonesia wajib menjaga budaya kita sendiri. Kemerdekaan yang diberikan Allah SWT mari kita jaga dengan hidup rukun," pesannya tulus, menghubungkan nilai-nilai budaya dengan persatuan dan kedamaian.
Baca juga: Genjot PAD, DPRD Jatim Usul Bus Trans Jatim Disulap Jadi Lahan Iklan
Acara yang berlangsung sukses ini turut dihadiri oleh perwakilan Disbudpar Jatim, Lesli Citra Pertiwi, S.Sos, M.Kp, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kediri, termasuk Sigit Sosiawan, Subagio, dan IR Wiyono.
Pagelaran wayang kulit malam itu berhasil memenuhi dua fungsi utama: memberikan hiburan dan pencerahan moral, serta "menghidupkan" kembali kantong-kantong rezeki masyarakat kecil di Kediri.
Laporan: Eric Setyo Pambudi
Editor : Alim Kusuma