JAKARTA, INFONews.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih Penghargaan Terbaik I Nasional Dalam Penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Menteri Kehutanan Bapak Rohmat Marzuki, S.Hut kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saat Musyawarah Nasional (Munas) Penyuluh Kehutanan Tahun 2025 di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta, Selasa, (21/10/2025).
Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas capaian Provinsi Jatim dalam penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Ia mengatakan prestasi yang diraih semakin menguatkan peran masyarakat dalam pembangunan kehutanan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar hutan.
Keberhasilan meraih penghargaan Penyelenggara Penyuluhan Kehutanan Terbaik I bukti keberhasilan program penyuluhan kehutanan di Provinsi Jawa Timur sekaligus menegaskan komitmen Provinsi Jatim menyelenggarakan penyuluhan kehutanan yang berkualitas, kata Khofifah di Surabaya.
Menurut Khofifah, salah satu indikator Provinsi Jawa Timur menorehkan prestasi berdasarkan aplikasi SIMLUH Kementerian Kehutanan yang mencatat, Nilai Transaksi Ekonomi ( NTE) Kelompok Tani Hutan (KTH) seluruh Indonesia sebesar 3.015.662.922.407. Dari jumlah keseluruah, KTH Provinsi Jawa Timur berhasil mencatatkan capaian NTE sebesar 1.260.027.634.629 atau 42 persen dari NTE Nasional.
“Capaian real NTE mencapai 75�ri target NTE Provinsi Jawa Timur sebesar 1.592.327.349.520 sehingga menempatkan Provinsi Jatim di urutan pertama diantara provinsi lainnya, tuturnya.
Baca juga: Resmi! Tak Ada Pesta Rakyat di Jawa Timur Saat Malam Tahun Baru 2026
Saat ini, Pemprov Jatim memiliki tenaga penyuluh kehutanan sejumlah 256 orang. Masing-masing terdiri dari penyuluh kehutanan PNS dan CPNS sejumlah 212 orang dan penyuluh kehutanan PPPK sejumlah 44 orang. Seluruhnya ditugaskan di seluruh kab/kota di Jatim.
“Selain itu, Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Kehutanan juga membina sebanyak 564 Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) yang turut membantu penyuluhan di lapangan," ungkapnya.
Ia berharap munas penyuluhan kehutanan Tahun 2025 bertema Transformasi Penyuluhan Kehutanan dalam Penguatan Ekonomi Masyarakat untuk Mendukung Pembangunan Kehutanan’, menghasilkan rumusan yang bermanfaat dalam peningkatan kapasitas SDM penyuluh kehutanan untuk dikonversi ke dalam kontruksi menjaga hutan tetap lestari dan masyarakat sejahtera.
Baca juga: Gubernur Khofifah Pastikan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Berjalan Optimal
“Dengan tidak mengesampingkan upaya dan kontribusi provinsi lainnya, penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi sehingga penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dapat lebih berdampak pada kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat, tuturnya.
Sebagai informasi, selain Provinsi Jatim penghargaan juga diterima 9 provinsi terbaik lainnya, diantaranya Provinsi Lampung sebagai Terbaik II, Provinsi Jawa Barat Terbaik III, Provinsi Jawa Tengah Terbaik IV, Provinsi Kalimatan Selatan Terbaik V, Daerah Istimewa Yogyakarta Terbaik VI, Provinsi Sulawesi Selatan Terbaik VII, Provinsi Kalimantan Tengah Terbaik VIII, Provinsi Banten Terbaik IX, kemudian Provinsi Kalimantan Timur sebagai Terbaik X. (*)
Editor : Tudji Martudji