PROF SOETANTO SOEPIADHY

DADDY QUOTE & QUOTE

infonews.id
Profesor Soetanto Soepiadhy (Foto: IN/ist)

INFOnews.id | Surabaya - Apa hubungan Machiavelli dengan Pilpres 2024? Lontaran kalimat itu muncul begitu saja saat menemui dan berbincang dengan media ini.

"Silakan, kalau mau menjawab. Posisikan saya sebagai "lawan" saya senang dilawan dalam obrolan ini jangan selalu mengiyakan," ucap Profesor Soetanto Soepiadhy, kala itu.

Baca juga: Golkar Jatim Wajibkan 40 Persen Pengurus Muda, Siap Hadapi 2026

Lelaki yang enggan disebut tua, tetapi nyaman disebut senior itu kemudian berucap lagi. Kalau ditelusuri, ajaran Machiavelli jelas ada "benang merah"-nya dengan Pilpres 2024. Ajaran Niccolo Machiavelli (1469-1527) dikenal dengan "Tujuan Menghalalkan Cara" dalam karyanya yang populer "Il Principe", menjadi rujukan utama para diktator abad ke-19. Seperti Napoleon Bonaparte (Perancis); Hitler (Jerman); Mussolini (Italia); dan Stalin (Rusia).

"Artinya, seorang penguasa harus pandai mencari sekutu (koalisi), dengan cara tidak mencari yang lebih kuat dari dirinya, tetapi dengan menunjukkan, bahwa dirinya lebih kuat dari sekutunya," kata dia, seakan memberi wejangan.

Baca juga: Resmi Berlaku 2026, Pelaku Pidana Ringan Kini Dihukum Kerja Sosial

Profesor asli Arek Suroboyo ini melanjutkan kalimatnya, di dalam praktik politik, "tujuan menghalalkan cara" apabila dilakukan oleh elite politik yang memegang otoritas kebijakan-kebijakan publik, merupakan salah satu bentuk "abuse of power" (penyalahgunaan kekuasaan).

Bagaimana dengan pelaksanaan Pilpres Tahun 2024? Apakah masih terjadi tujuan menghalalkan cara, seperti maraknya "money politics?

Baca juga: Panas! Endus Rekayasa Musda, Kader Golkar Malang Geruduk DPD Jatim

"Silakan, anda lihat dan diperhatikan," pungkasnya, sambil mengajak menyeruput minuman di gelas yang terhidang. (inf/tji/red)

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru