INFONews.id I Surabaya - Komunitas Titik Balik menggelar kajian tatap muka di Bober Cafe, Jl. Jemursari Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (05/7/2023). Kajian yang diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang berbeda ini menghadirkan Ustadz Marzuki Imron.
Co Founder Komunitas Titik Balik, Satria Wicaksono mengatakan setiap bulan pihaknya rutin menggelar kajian tatap muka yang mengangkat semangat dan spiritualitas. Kali ini, Komunitas Titik Balik mengusung topik "Belajar dulu atau Nunggu Hidayah Dulu".
Peserta diberikan kesempatan untuk terlibat dalam diskusi yang mendalam, memperdalam pemahaman tentang prinsip-prinsip spiritual.
"Materi-materi yang kita sajikan lebih mengajak, dan gak perlu soleh dulu, yang penting kita mengejar dulu aja," kata Satria.
Dalam kajian ini, Komunitas Titik Balik tidak memilih atau memberikan syarat khusus bagi peserta yang ingin terlibat. Satria bilang, siapapun yang ingin belajar dipersilahkan. Pihaknya menyambut hangat orang-orang yang ingin belajar atau sekedar penasaran.
"Di Komunitas Titik Balik ini kami menyambut mereka. Yang penting ada niat untuk mengenal Allah SWT dan belajar bersama," ungkapnya.
Komunitas Titik Balik sendiri merupakan tempat dakwah yang fokusnya ke sosial dan pendidikan. Titik Balik diharapkan menjadi pintu gerbang bagi orang mau mengenal Allah SWT apapun latar belakangnya.
"Kami tidak menghakimi mereka karena belum berjenggot, belum berbaju koko, ataupun belum berhenti dari dunia remang-remang, kita bebas. Kita mau memberikan pemahaman bahwa dari kita dulu yang berusaha, dan semoga nanti mudah-mudahan dari situ terbukalah pintu-pintu kebaikan," tuturnya.
Selain kajian bulanan, setiap hari Komunitas Titik Balik memiliki program berupa Warung Gratis Surabaya. Yakni memberikan makan gratis untuk 100 orang setiap hari, kecuali hari Minggu.
Untuk bidang pendidikan Titik Balik fokus ke inkubasi bisnis. "Kita pengen memajukan ilmu dari teman-teman pengusaha atau pedagang. Harapannya ada kebangkitan umat dari sisi ekonomi dan kemampuannya," kata Satria.
Dalam kesempatan ini, Ustadz Naruto, nama beken dari Ustadz Marzuki Imron berbagi wawasan mendalam dengan topik "Belajar dulu atau Nunggu Hidayah Dulu".
Terkait hidayah, Ustadz Naruto menyampaikan bahwa hidayah datangnya dari Allah SWT. Hidayah adalah hak prerogatif atau hak istimewa Allah SWT.
Namun jika digambarkan layaknya rezeki, hidayah dikatakannya tidak jauh berbeda. Jika seseorang ingin mendapatkan rezeki tentunya harus ada usaha terlebih dulu.
"Tidak mungkin serta merta orang itu bisa mendapatkan hasil kalau dia tidak usaha. Hidayah itu harus ada usaha dulu. Mau usahanya 10 atau 100 itu Allah SWT akan sangat menghargai," tegasnya.
Ditanya Hidayah Dulu atau Belajar Dulu? Ustadz Naruto menjawab bahwa "Sambil Belajar" nanti hidayahnya akan datang.
"Paham atau tidak paham yang penting belajar. Nanti itu urusannya Allah SWT orang dapat hidayah," kata dia.
Marzuki Imron menjelaskan, tidak ada batasan dan syarat tertentu bagi orang yang ingin belajar. Sehingga seberat apapun dosa yang diperbuat, yang penting tetap belajar.
Misal, bagi seseorang yang awalnya tidak melaksanakan Salat dan ada kemauan untuk Salat, meski tidak 5 waktu itu sudah lebih baik. Maka pelan-pelan akan tertib 5 waktu Salat.
"Karena jika seseorang sudah Salat nantinya dia akan merasa rugi jika hendak melakukan hal-hal yang menyebabkan dosa," ucapnya.
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al 'Ankabut: 45).
"Jadi gak perlu nunggu hidayah. Yang penting usaha dulu, belajar dulu, nanti hidayah datang belakang. Kalau nunggu hidayah nanti gak belajar-belajar. Maka saya selalu bilang, kalaupun belum bisa meninggalkan kemaksiatan yang penting tetap Salat, tetap ngaji, tetap belajar, nanti hidayah itu datang," tuturnya.
Salat, lanjutnya, seperti charger. Kalau gak Salat terus nakal, maka nakalnya malah kemana-mana, tetapi jika tetap Salat, maka chargernya tetap ngecas. Meskipun nakal tetap ada iman meskipun sedikit, karena tetap Salat.
Bagi perempuan, Ustadz Naruto menuturkan jika hendak berhijab maka langsung saja mengenakannya. Berhijab merupakan kewajiban kaum hawa. Jika berhijab menunggu datangnya hidayah, dikawatirkan ajal menjemput dulu.
"Yang penting hijab dulu biar nanti sama Allah SWT hidayahnya diturunkan belakangan," tegasnya.
Menurut Ustadz Naruto, hidayah datangnya dari banyak pintu. Setia orang akan berbeda mendapatkannya.
Pintu hidayah bisa lewat ilmu, amal soleh, ketaatan kepada Allah SWT, mujahadah atau bersungguh-sungguh.
"Misal ada orang gak bisa Salat tapi dia bersungguh-sungguh, itu salah satu pintu hidayah," terangnya.
Kemudian pintu hidayah juga bisa lewat doa. "Jangan remehkan doa. Kadangkala ada orang nakal mentok tapi berubah berkat doa ayah dan ibunya. Maka jangan sepelan doa dari siapapun itu. Karena kita gak pernah tahu dari siapa doa itu dikabulkan," tandasnya.
Sebagai informasi, Komunitas Titik Balik lahir disaat pandemi, tepatnya pada Bulan November Tahun 2020. Saat itu, anggota komunitas berada pada tahap kritis. Usaha berantakan, uang hilang, hingga tempat-tempat hiburan yang biasa menjadi jujugan hilang.
Disitulah momen para pengusaha ini belajar. Mereka aktif di bidang sosial dan di pendidikan serta belajar bersama. Peerlahan pada momen saat usaha pada berjatuhan, usaha yang dibangun anggota Komunitas Titik Balik malah meningkat sangat drastis.
Selama perjalanannya, komunitas muslim itu dibentuk untuk fokus dalam sosial dan pendidikan. Komunitas itu juga mengajarkan pentingnya sedekah dan para anggotanya diajarkan mandiri dengan bisnis.
Dengan program mentoring bisnis, para anggota yang sudah punya usaha maupun belum punya usaha diberikan bimbingan untuk sukses menjalankan usahanya masing masing.
Editor : Alim Kusuma