Polemik Timnas Israel Piala Dunia U20, Ketua PWM Jatim Jabarkan Ini

infonews.id
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur saat menggelar konferensi pers (FOTO: IN/tudji)

INFOnews.id | Surabaya - Keikutsertaan Timnas Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia menuai banyak penolakan dari berbagai kalangan. Merespon hal tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Sukadiono angkat bicara.

Suko menyebut ada tiga alasan mengapa penolakan terhadap Israel harus didukung. Pertama adalah alasan historis sejarah israel adalah sejarah penjajahan atas tanah Palestina.

Baca juga: PW Muhammadiyah Jatim Apresiasi Program Luluk di Pilgub 2024

Menurutnya, hal tersebut berdampak pada hancurnya perekonomian negara, habisnya harta maupun benda masyarakat maupun negara, timbulnya banyak perselisihan antar umat beragama dan ironinya adalah hilangnya banyak nyawa.

“Kita semua tahu yang namanya Israel adalah sebuah negara yang cukup lama menjajah tanah rakyat Palestina. Jika seandainya pemerintah mentolerir kedatangan tim sepak bola Israel di Indonesia, tentu hal tersebut adalah pengkhianatan terhadap konstitusi,”kata Suko.

Baca juga: UM Surabaya Disiapkan Jadi Tuan Rumah Uji Publik Prabowo-Gibran

Alasan kedua adalah kemanusiaan. Penjajahan bertahun yang dilakukan oleh Israel tentu menciderai nalar kemanusiaan. Ia menyebut apa yang dialami Palestina adalah bukti kejadian yang merusak dan menginjak kemanusiaan, padahal dunia tengah berada pada masa penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Atas nama kemanusiaan, kita harus mengambil langkah tegas terhadap Israel. Gencarkan kebijakan-kebijakan untuk kebebasan dan kemerdekaan Palestina, dengan tujuan agar tidak ada lagi penjajahan dan kolonialisme yang menciderai nilai-nilai kemanusiaan demi kedamaian dan ketentraman dunia,” lanjutnya.

Baca juga: Idul Fitri 1444 Diprediksi Berbeda, Ini Kata Ketua PWM Jatim

Ketiga adalah tidak ada hubungan diplomatik. Suko menyebut, hal tersebut jelas dijelaskan dalam pembukaan konstitusi Indonesia yang tertera kalimat “penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”, maka sebelum Palestina merdeka tidak mungkin bagi Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel yang menjajah bangsa Palestina.

"Saya yakin masyarakat Indonesia masih bersimpati dan memiliki solidaritas tinggi terhadap bangsa Palestina yang dtindas oleh Israel, baik karena alasan solidaritas agama maupun perikemanusiaan,”pungkasnya. (inf/rls/red)

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru