JOMBANG, INFONEWS.ID - Pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyatakan siap maju dalam bursa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Gus Kikin mengaku tidak mempermasalahkan mekanisme pemilihan yang nantinya diputuskan dalam forum Muktamar NU, baik melalui Ahlu Halli wal Aqdi (AHWA) maupun pemungutan suara langsung (voting).
Baca juga: Diterima Aklamasi, LPJ PBNU 2021-2026 Tandai Akhir Jabatan Gus Yahya
Menurut dia, mekanisme pemilihan merupakan kewenangan peserta Muktamar sehingga keputusan apa pun yang disepakati harus dihormati. Saat ini, ia memilih memperkuat silaturahmi dengan jajaran pengurus dan warga Nahdliyin di berbagai daerah.
“Mau dipilih melalui mekanisme AHWA ataupun voting, saya siap saja dan tidak ada masalah. Tugas utama saya saat ini adalah menjalin silaturahim,” ujar Gus Kikin, Sabtu (29/8/2026).
Ia mengatakan respons positif yang diterimanya selama melakukan silaturahmi menjadi salah satu alasan untuk tetap optimistis menghadapi bursa kepemimpinan PBNU.
“Ketika ikhtiar ini mendapat respons yang sangat baik dari jajaran pengurus dan warga Nahdliyin, saya rasa itu menjadi modal yang cukup bagi saya untuk tetap optimistis,” lanjutnya.
Gus Kikin merupakan cucu pendiri NU, Hadratusy Syeikh KH Hasyim Asy’ari. Selain memimpin Pesantren Tebuireng, ia saat ini menjabat Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur.
Jika mendapat amanah memimpin Tanfidziyah PBNU, Gus Kikin mengusung agenda penguatan tata kelola organisasi dengan kembali menggali pemikiran dasar pendiri NU.
Salah satu fokus yang disiapkannya adalah mengkaji dan mengontekstualisasikan Qanun Asasi karya KH Hasyim Asy’ari. Menurut Gus Kikin, kitab tersebut tidak seharusnya berhenti sebagai warisan sejarah, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam praktik organisasi NU masa kini.
“Apabila ditakdirkan terpilih menjadi Ketua Umum PBNU, kami akan menggali kembali ajaran dalam kitab Qanun Asasi. Buku Qanun Asasi ini akan kita pelajari secara mendalam agar prinsip-prinsip dasarnya dapat diimplementasikan secara nyata dalam perjalanan kepemimpinan NU ke depan,” katanya.
Baca juga: Kaukus Nahdliyin DPD RI Dorong Muktamar NU Perkuat Persatuan Umat
Ia menyadari penerapan prinsip dasar organisasi ke dalam sistem kelembagaan modern membutuhkan waktu. Karena itu, penataan tata kelola berbasis nilai-nilai Qanun Asasi diproyeksikan sebagai agenda jangka panjang.
“Hal yang paling utama dan membutuhkan proses cukup panjang nanti adalah mengaplikasikan secara utuh prinsip-prinsip Qanun Asasi ke dalam sistem tata kelola organisasi ke depan,” tegasnya.
Persaingan menuju kursi Ketua Umum PBNU diperkirakan melibatkan sejumlah tokoh Nahdliyin. Selain Gus Kikin, sejumlah nama yang mencuat antara lain KH Abdussalam Shohib, KH Yusuf Chudlori, KH Abdul Ghaffar Rozin, KH Zulfa Mustofa, dan petahana KH Yahya Cholil Staquf.
Di tengah pembahasan mekanisme pemilihan, Gus Kikin menyerahkan keputusan kepada Komisi Organisasi. Ia menekankan pentingnya mekanisme yang memberikan ruang bagi seluruh unsur organisasi untuk menyampaikan aspirasi.
Menurut dia, unsur Pengurus Cabang (PC), Pengurus Wilayah (PW), serta Rais Aam perlu memiliki ruang dalam proses penentuan kepemimpinan PBNU.
Baca juga: Gus Lilur Tantang Empat Tokoh NU Ngaji Kitab di Muktamar
“Manalah yang paling adil. Pemilihan nanti cabang-cabang diberikan peluang, PW-PW/PC pun diberikan peluang untuk menyampaikan aspirasinya. Nah, kemudian bagaimana di atas nanti Rais Aam itu juga ikut berperan di dalam memutuskan,” ujarnya.
Bagi Gus Kikin, Muktamar NU tidak semestinya hanya menjadi arena perebutan posisi kepemimpinan. Forum lima tahunan itu juga harus menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan konsolidasi seluruh elemen Nahdliyin.
Ia pun menyatakan siap menerima siapa pun yang nantinya ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU melalui AHWA maupun mekanisme lain yang disepakati forum. Sikap itu, menurutnya, diperlukan untuk menjaga soliditas kepemimpinan dan keberlangsungan jam’iyah.
“Siap. Kan enggak bisa nolak itu hasil dari AHWA itu,” pungkas Gus Kikin.
Editor : Alim Kusuma