JAKARTA, INFONEWS.ID - Tekanan backlog perumahan nasional mendorong konsorsium BUMN dan pelaku industri mempercepat efisiensi rantai pasok bangunan. Menjawab tantangan tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meluncurkan inovasi Bata Interlock Presisi untuk memangkas durasi serta biaya pembangunan hunian layak bagi masyarakat.
Material turunan semen hijau ini mengusung mekanisme mekanis saling mengunci (interlocking) antar-balok. Sistem tersebut mengeliminasi kebutuhan adukan semen tebal di antara pasangan bata, sehingga mempercepat proses konstruksi sekaligus memperkuat struktur bangunan terhadap guncangan gempa dan risiko kebakaran.
Langkah korporasi ini diselaraskan dengan strategi pemerintah merestrukturisasi ekosistem perumahan rakyat melalui Danantara Indonesia dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan pemenuhan kebutuhan hunian terintegrasi membutuhkan keterlibatan aktif dari produsen bahan bangunan hingga penyedia pembiayaan. Integrasi sektor ini krusial untuk menopang target Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Sinergi BUMN Karya, perbankan Himbara, dan pengembang swasta difokuskan pada tiga aspek utama: kepastian pasokan material murah, penyediaan skema KPR fleksibel, serta kemudahan akses informasi bagi masyarakat.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menilai kehadiran inovasi material berbiaya hemat menjadi komponen vital dalam ekosistem perumahan skala massal. Pilihan bahan bangunan yang presisi memberi alternatif bagi masyarakat dan pengembang untuk menekan biaya modal tanpa menurunkan standar keselamatan bangunan.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menjelaskan bahwa skema modular pada Bata Interlock Presisi dirancang untuk meminimalkan sisa material (waste) di lapangan. Karakteristik ini membuat pengaplikasiannya efisien untuk proyek perumahan subsidi massal maupun penanganan pascabencana di daerah rawan gempa.
Selain efisiensi biaya dan ketahanan fisik, struktur bata presisi ini memiliki daya isolasi termal yang mengondisikan suhu ruangan tetap sejuk, sehingga mengurangi konsumsi energi pendingin udara bagi penghuni.
Pengembangan produk berbasis prinsip keberlanjutan ini mempertegas transformasi SIG dari sekadar produsen semen mentah menjadi penyedia solusi bahan bangunan terpadu di kawasan regional.
Editor : Alim Kusuma