FPU Desak Menag Segera Lantik Rektor Definitif UINSA

Reporter : Tudji Martudji
Tasyakuran dan Doa Bersama untuk UINSA yang digelar FPU di Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya (IN/PHOTO: IST)

SURABAYA, INFONews.ID – Forum Penyelamat UIN Sunan Ampel Surabaya (FPU) mendesak Menteri Agama RI segera menetapkan dan melantik rektor definitif periode 2026–2030. Menurut mereka, kepastian kepemimpinan sangat dibutuhkan agar aktivitas akademik dan tata kelola kampus tidak terus-terusan berada dalam masa transisi yang berkepanjangan.

Desakan ini menjadi rekomendasi utama dalam acara Tasyakuran dan Doa Bersama untuk UINSA yang digelar FPU di Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya, Jalan Ahmad Yani 117, Senin (20/7/2026). Acara dihadiri sekitar 150 peserta dari kalangan dosen, guru besar, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, serta dosen senior purnatugas.

Koordinator FPU, Suhermanto Ja’far, mengapresiasi langkah cepat Menteri Agama yang telah mengganti Pelaksana Tugas (Plt) Rektor dari Prof. Akh. Muzakki ke Prof. Suyitno. Namun, ia menegaskan pergantian Plt harus segera diikuti penetapan rektor definitif.

“Kami bersyukur atas pergantian Plt karena menjaga stabilitas kampus. Namun, yang lebih penting adalah percepatan penetapan rektor definitif agar tata kelola UINSA kembali normal dan memberikan kepastian bagi seluruh sivitas akademika,” tegas Suhermanto.

Menurutnya, berbagai masukan mengenai perbaikan tata kelola kampus sudah berkembang selama ini. Momentum pergantian Plt diharapkan menjadi titik awal pembenahan dan penciptaan suasana akademik yang lebih kondusif.

Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) UINSA, Ahmad Bajuri, menekankan keterlibatan alumni sebagai tanggung jawab moral. “IKA UINSA hadir bukan untuk menjatuhkan siapa pun, melainkan karena UINSA adalah rumah bersama. Kami wajib memberikan pemikiran dan dukungan demi kemajuan almamater,” ujarnya.

Perwakilan dosen, Dr. Drs. H. Cholil, M.Pd.I., berharap kepemimpinan mendatang lebih mengedepankan nilai keterbukaan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap seluruh sivitas. Sementara Presiden Mahasiswa UINSA, Ale Fadlurrahman, menyoroti kebutuhan mahasiswa akan kepastian pelayanan akademik.

Dosen senior purnatugas Moh. Syarifudin, M.H., mengingatkan pentingnya menjaga jati diri UIN Sunan Ampel sebagai perguruan tinggi yang berakar kuat pada tradisi pesantren dan wakaf masyarakat.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Sodiq, dilanjutkan makan bersama 15 tumpeng hasil sumbangan donatur sebagai simbol syukur dan harapan memasuki babak baru kepemimpinan.

FPU berharap proses penetapan rektor definitif segera diselesaikan sesuai ketentuan agar stabilitas, pelayanan akademik, dan pengembangan UINSA dapat berjalan lebih optimal.

Editor : Tudji Martudji

Photo
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru