SURABAYA, INFONEWS.ID - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperkuat kesiapsiagaan tim Urban Search and Rescue (USAR) di Kantor SAR Kelas A Surabaya melalui kegiatan Diseminasi National Accreditation Process (NAP) berbasis metodologi International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG). Program yang berlangsung selama lima hari itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar operasi penyelamatan korban di bangunan runtuh sesuai praktik internasional.
Kegiatan yang dibuka pada Senin (20/7) tersebut diikuti seluruh personel tim USAR Kantor SAR Surabaya bersama jajaran Direktorat Operasi Basarnas.
NAP merupakan tahapan strategis yang dikembangkan Basarnas untuk memastikan kemampuan tim USAR memenuhi standar internasional, mulai dari kesiapan personel, prosedur operasi, sistem komando, logistik, hingga pengelolaan peralatan dan koordinasi lintas instansi saat terjadi bencana.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan peningkatan kapasitas personel harus dilakukan sebelum bencana terjadi agar operasi penyelamatan dapat berjalan cepat dan efektif.
"Keberhasilan operasi SAR sangat ditentukan oleh kesiapsiagaan jauh sebelum kejadian itu terjadi. Kegiatan ini harus dimanfaatkan sebagai sarana menguji kemampuan, mengenali kekurangan, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kepercayaan diri seluruh personel," ujar Nanang saat membuka kegiatan.
Pembukaan diseminasi turut dihadiri Kepala Subdirektorat Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia Basarnas, Emi Frizer, bersama tim Direktorat Operasi.
Dalam sambutan Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo yang dibacakan Emi Frizer, ditegaskan bahwa penerapan National Accreditation Process bertujuan memastikan setiap operasi pencarian dan pertolongan memenuhi standar keselamatan, efektivitas, dan akuntabilitas sesuai sistem operasi SAR berbasis INSARAG.
Selama tiga hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip INSARAG, sistem operasi USAR, serta penerapan standar internasional dalam penanganan bencana bangunan runtuh.
Simulasi Operasi 24 Jam Nonstop
Setelah pembekalan, seluruh peserta akan mengikuti Simulation Exercise, yakni simulasi operasi pencarian dan penyelamatan korban di bawah reruntuhan bangunan.
Dalam simulasi tersebut, tim USAR dituntut mengaktifkan seluruh sistem operasi sebagaimana kondisi darurat sebenarnya, mulai dari mobilisasi personel, pendirian pos komando, pencarian korban, hingga proses evakuasi.
"Simulasi diperkirakan berlangsung hingga Jumat dini hari karena seluruh personel akan berlatih layaknya operasi SAR pada bangunan runtuh selama 24 jam nonstop sampai seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi," kata Nanang.
Melalui kegiatan tersebut, Basarnas berharap kemampuan Tim USAR Kantor SAR Kelas A Surabaya semakin memenuhi standar internasional sehingga siap diterjunkan dalam operasi pencarian dan pertolongan, baik di tingkat nasional maupun dalam misi kemanusiaan internasional.
Editor : Alim Kusuma