SURABAYA, INFONEWS.ID - Kawasan timur Indonesia kini memiliki poros baru untuk mempercepat transisi energi dan pertumbuhan industri. Ajang perdana Indonesia Energy Week Surabaya 2026 yang baru saja ditutup akhir pekan lalu sukses menjadi katalisator bagi ratusan pelaku bisnis kelistrikan, utilitas, dan manufaktur.
Selama empat hari pameran, lebih dari 9.700 profesional memadati area acara. Mereka berinteraksi langsung dengan 200 eksibitor yang datang dari 17 negara. Tingginya angka kunjungan menyoroti besarnya potensi Jawa Timur sebagai basis ekspansi pasar energi bersih.
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, menyebut capaian impresif pameran perdana menunjukkan daya tarik Jawa Timur yang sangat kuat.
"Wilayah memegang peran sentral sebagai pusat pertumbuhan energi dan utilitas, sekaligus menopang sektor manufaktur serta agrikultur wilayah timur," kata Hanung.
Pameran tidak sekadar memajang teknologi mutakhir. Penyelenggara berhasil mencetak 183 sesi pertemuan bisnis (business matching) antara peserta pameran dengan calon pembeli, distributor, dan mitra strategis. Penjajakan kerja sama melibatkan berbagai lini industri vital, mulai dari pertambangan, properti, hingga pengelolaan utilitas air.
Dampak langsung pembukaan akses pasar dirasakan para pelaku usaha. Business Development Executive PT Multi Daya Mitra, Rofiq Hidayat, mengaku mendapatkan akses langsung ke pengguna akhir industri. Selama ini, segmen pasar kerap kebal dari radar jalur distribusi konvensional perusahaan.
Akses pasar yang semakin terbuka sejalan dengan agenda transisi energi nasional. Manager Sales & Account Executive PLN Indonesia Power, Dodid Palupi, menyoroti melimpahnya potensi energi surya di kawasan timur berkat tingkat radiasi tertinggi secara nasional.
Kawasan industri dan proyek strategis di wilayah timur mendesak ketersediaan pasokan listrik ramah lingkungan.
"Pameran memberi ruang strategis bagi kami untuk mengenalkan solusi energi hijau yang tidak lagi bergantung pada bahan bakar fosil," tegas Dodid.
Deretan inovasi teknologi kelistrikan yang hadir turut memancing perhatian mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Ia memantau langsung kemajuan sistem instalasi kabel modern hingga teknologi pemantauan gardu induk yang mampu melacak gangguan secara instan. Dahlan menilai platform pertemuan industri mutlak digelar rutin setiap tahun untuk mendorong adopsi teknologi.
Menyusul animo tinggi dari pelaku bisnis dan investor, Pamerindo Indonesia memastikan pameran serupa akan kembali hadir di Surabaya pada 14-17 Juli 2027. Dalam waktu dekat, rangkaian pameran industri energi dan manufaktur berskala internasional akan bergeser ke Jakarta pada awal hingga pertengahan September 2026 mendatang.
Editor : Alim Kusuma