Jumat, 03 Jul 2026 21:25 WIB

Muswil ICMI Jatim Tak Sekadar Pilih Ketua, Ulul Albab Siapkan Warisan Gagasan

Ulul albab. INPhoto/Dok Pribadi
Ulul albab. INPhoto/Dok Pribadi

SURABAYA, INFONEWS.ID - Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur 2026 dipastikan tidak hanya menjadi ajang memilih ketua baru.

Forum yang digelar di Kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Sabtu (4/7/2026), juga menjadi momentum penyampaian pertanggungjawaban kepengurusan sekaligus peluncuran gagasan untuk masa depan organisasi dan bangsa.

Ketua ICMI Jawa Timur periode 2021-2026, Ulul Albab, dijadwalkan memaparkan tiga agenda utama. Mulai dari Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan, buku ICMI 2045: Dari Organisasi Cendekiawan Menuju Arsitek Peradaban Indonesia, hingga pengenalan konsep National Public Spending Intelligence System (NPSIS).

Panitia Muswil menyebut, rangkaian agenda tersebut disusun agar forum tidak berhenti pada proses pergantian kepemimpinan.

Muswil juga diharapkan melahirkan arah pemikiran yang dapat dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya.

Dalam LPJ, Ulul Albab akan memaparkan capaian organisasi selama lima tahun terakhir. Program yang dijalankan mencakup penguatan kelembagaan, pengembangan tradisi intelektual, kolaborasi dengan berbagai pihak, hingga kegiatan di bidang pendidikan, dakwah, kebijakan publik, ekonomi umat, pemberantasan korupsi, dan persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Selain itu, Muswil akan menjadi ajang peluncuran buku ICMI 2045. Buku tersebut menawarkan transformasi peran ICMI agar tidak hanya menjadi organisasi cendekiawan, tetapi juga berkembang sebagai pusat pemikiran kebangsaan (think tank), inkubator pemimpin masa depan, penghubung ilmu pengetahuan dengan kebijakan publik, hingga penggerak inovasi umat.

Agenda lainnya adalah pengenalan NPSIS, sebuah konsep sistem kecerdasan belanja publik nasional yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Gagasan tersebut dirancang untuk membantu mendeteksi potensi kebocoran anggaran, anomali belanja, serta indikasi penyimpangan secara lebih dini melalui analisis data.

Menurut panitia, konsep tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola keuangan negara agar lebih transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.

"Amanah harus dipertanggungjawabkan. Gagasan harus diwariskan. Dan kontribusi untuk negeri harus terus dihidupkan. Karena itu Muswil ICMI Jawa Timur kami desain bukan hanya sebagai forum organisasi, tetapi sebagai forum peradaban," demikian pesan yang akan menjadi semangat utama Muswil.

Muswil ICMI Jawa Timur 2026 akan dihadiri pengurus wilayah, pengurus daerah, akademisi, tokoh cendekiawan Muslim, serta mitra strategis.

Forum tersebut diharapkan menghasilkan kepemimpinan baru sekaligus menjaga kesinambungan gagasan dan memperkuat kontribusi ICMI bagi pembangunan Jawa Timur dan Indonesia
.

Editor : Alim Kusuma