Jumat, 19 Jun 2026 15:59 WIB

Akselerasi Riset Krisotil Asbes: Indonesia Bidik Kerja Sama Strategis di INNOPROM 2026

Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) JATIM (IN/PHOTO: IST)
Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) JATIM (IN/PHOTO: IST)

YEKATERINBURG, iNFONews.ID - Pemerintah Indonesia bersiap mengambil langkah besar dalam industri manufaktur global. Melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang didukung penuh oleh KBRI Moskow, Indonesia resmi memanfaatkan ajang INNOPROM 2026—pameran industri internasional terbesar di Rusia dan Kawasan Eurasia—sebagai katalisator kemajuan teknologi dalam negeri.

Dalam pergelaran yang berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia ini, Indonesia membidik penyelesaian cepat dua Memorandum of Understanding (MoU) strategis. Salah satu poin krusialnya adalah peningkatkan kerja sama bilateral di bidang penelitian krisotil asbes (chrysotile asbestos).

Menjawab Tantangan Industri Masa Depan

Kolaborasi riset ini dinilai sebagai babak baru bagi pengembangan produk-produk industri tanah air yang rantai pasoknya masih bergantung pada krisotil asbes. Di tengah ketatnya regulasi global, hasil penelitian ini nantinya diharapkan mampu menjawab tantangan kompleks yang dihadapi industri asbes nasional.

"Riset ini adalah kunci untuk merumuskan perencanaan strategis yang seimbang, baik dari pertimbangan ekonomi, kelayakan teknis, dampak lingkungan, hingga aspek sosial, demi mewujudkan pengembangan industri yang efektif dan berkelanjutan," ujar Ketua YLPK JATIM saat dikonfirmasi melalui pesan singkat”.

YLPK Jatim: Masyarakat Masih Sangat Ketergantungan

Langkah responsif pemerintah ini mendapat lampu hijau dan sambutan hangat dari Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Jawa Timur (YLPK JATIM). Berdasarkan data riil yang dihimpun YLPK JATIM dalam studi lapangan di Kota Surabaya pada Desember 2024, ketergantungan masyarakat terhadap produk asbes semen bergelombang ternyata masih sangat tinggi.

Hasil survei tersebut menunjukkan angka yang mencengangkan: 99% masyarakat menyatakan setuju untuk tetap menggunakan produk asbes karena dinilai memiliki keunggulan praktis yang sulit digantikan oleh material lain.

Alasan Utama Konsumen Memilih Asbes:

Karakteristik Produk dan Persentase Kepuasan Konsumen

Daya Tahan Kuat 81%, Bobot Ringan 81%, Mudah Dicari di Pasaran 76%, Harga Terjangkau (Murah) 59%

Menepis Isu Miring Lewat Sains

Sinergi antara diplomasi industri Kemenperin di Rusia dan fakta kebutuhan pasar dari YLPK JATIM ini membawa angin segar bagi masa depan industri bahan baku krisotil asbes.

YLPK JATIM berharap, dengan rampungnya MoU penelitian ini, tata kelola industri asbes di Indonesia ke depan dapat menjamin tiga pilar utama: keselamatan lingkungan, kelayakan ekonomi, dan kesiapan teknologi (technological readiness).

Lebih jauh, rampungnya riset ilmiah berbasis data ini diharapkan mampu meluruskan framing isu negatif atau disinformasi yang selama ini beredar di masyarakat—seperti kekhawatiran seputar penyakit asbestosis yang kerap digeneralisasi.

Melalui niat baik Pemerintah RI dan validasi riset yang komprehensif, krisotil asbes terbukti masih sangat potensial untuk dikembangkan, dikelola dengan aman, dan dimanfaatkan demi pembangunan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat Indonesia. (*)

Editor : Tudji Martudji