Senin, 03 Agu 2026 16:17 WIB

Kapolda Jatim Ajak Rawat Bhinneka Tunggal Ika Wujudkan Kerukunan dan Keamanan 

Ikrar Bersama jaga keamanan di Jatin dalam Dialog Kebangsaan bertema Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Mempererat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi Ruang Digital (IN/PHOTO: TUDJI)
Ikrar Bersama jaga keamanan di Jatin dalam Dialog Kebangsaan bertema Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Mempererat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi Ruang Digital (IN/PHOTO: TUDJI)

SURABAYA, INFONews.ID - Isu potensi kerusuhan dan demo besar pada Agustus 2026 ramai beredar di media sosial. Mencermati itu Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menyatakan situasi keamanan di wilayah Jawa Timur aman, tertib dan kondusif. 

 

"Situasi Kamtibmas di Jawa Timur, aman, tertib dan kondusif. Saya tegaskan situasi seperti ini merupakan hasil kerjasama kita, gotong royong seluruh elemen masyarakat Jawa Timur," kata Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto, saat berbicara di acara Dialog Kebangsaan dengan tema "Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Mempererat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi Ruang Digital" di Resto Nine, Surabaya, Senin (3/8/2026).

 

Hadir Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, pejabat utama dari Polda Jatim, dan yang mewakili Pangdam V/Brawijaya, Ketua DPRD Jatim, Ketua MUI Jatim, Ketua FKUB Jatim, wakil dari PWI Jatim, Nara Sumber dari sejumlah perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengamat serta berbagai elemen organisasi kemasyarakatan (ormas), pemuda, insan pers dan lainnya. 

 

Irjen Pol Nanang memberikan penekanan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru berupa penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga provokasi yang dapat mengganggu persatuan bangsa.

 

Munculnya narasi di media sosial yang menggambarkan seolah Jawa Timur berada dalam kondisi tidak aman. Itu bisa dihindari dengan aktivitas rutin, seperti pemeliharaan gedung atau peningkatan pengamanan di sejumlah objek, lalu dikaitkan dengan isu yang menyesatkan.

 

“Perlu saya tegaskan, tidak ada ancaman kerusuhan di Jawa Timur. Berdasarkan fakta di lapangan, kondisi Jawa Timur tetap aman dan kondusif,” tegas Nanang.

 

Kapolda Jatim kemudian mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Dan mengajak masyarakat selalu mengedepankan dialog, musyawarah, dan gotong royong dalam menyikapi perbedaan.

 

“Ruang digital harus menjadi wadah persatuan, bukan arena perpecahan,” ajaknya. 

 

Kepolisian di Jawa Timur juga berkomitmen mengawal setiap proses demokrasi agar perbedaan pendapat dapat disampaikan secara damai tanpa memicu konflik.

 

Kemudian, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga mengajak semua elemen masyarakat Jawa Timur memperkuat persatuan di tengah meningkatnya polarisasi di ruang digital. Kedua pejabat tersebut menegaskan pentingnya menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika sekaligus menangkal hoaks dan narasi yang berpotensi memecah belah kerukunan. 

 

"Seperti tadi yang disampaikan Pak Kapolda, saya ingin mengunderlin ini data yang memotret Jawa Timur. Masyarakat Jawa Timur yang sudah mengakses digital lebih tinggi daripada nasional. Nasional 81,72 kalau di Jawa Timur 83,41 persen. Menjaga persatuan tidak hanya di ruang fisik, deseminimasi informasi juga sangat penting," ujar Gubernur Khofifah. 

 

Gubernur Khofifah juga menyampaikan keberadaan link anonim yang mengajak mengibarkan bendera setengah tiang. "Jadi menjaga kerukunan di ruang digital itu juga sangat penting, membangun positif thinking itu sangat penting. Kritik itu juga penting. Tetapi membangun kebersamaan sangat penting," tegas Khofifah. 

 

Khofifah juga mengajak untuk mensyukuri nikmat, kesuburan alam Indonesia yang semuanya serba ada. 

 

"Hari-hati jangan sampai tidak mensyukuri nikmat. Kritik memang bagian dari proses demokrasi. Namun, di ruang digital harus bisa membangun harmoni, kebersamaan dan kegotongroyongan untuk menyemangati heroisme di era kemerdekaan ini sangat penting sekali. Kerukunan adalah modal utama Jawa Timur salam merawat Bhinneka Tunggal Ika. Jogo Jatim itu adalah tageline kita bersama," tegasnya. 

 

Dialog kebangsaan tersebut diharapkan menjadi ajang memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga persatuan serta menciptakan ruang digital yang sehat, damai, dan produktif menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81. (*)

Editor : Tudji Martudji