Selasa, 16 Jun 2026 14:49 WIB

Alumni Ansor Dukung Reshuffle Pengurus GP Ansor

Ramadhan Isa, mantan Wakil Ketua PC GP Ansor Jakarta Utara, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan reshuffle pengurus yang dilakukan Pimpinan Pusat GP Ansor. INPhoto/Dokumentasi Pribadi
Ramadhan Isa, mantan Wakil Ketua PC GP Ansor Jakarta Utara, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan reshuffle pengurus yang dilakukan Pimpinan Pusat GP Ansor. INPhoto/Dokumentasi Pribadi

JAKARTA, INFONEWS.ID - Kebijakan reshuffle yang dilakukan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendapat dukungan dari alumni organisasi tersebut, Ramadhan Isa. Menurutnya, pergantian sejumlah pengurus merupakan langkah yang wajar dalam dinamika organisasi dan telah ditempuh sesuai mekanisme yang berlaku.

Ramadhan Isa mengatakan keputusan reshuffle diambil melalui Rapat Pleno Pengurus Harian yang dihadiri Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin, Sekretaris Jenderal, serta jajaran pengurus harian lainnya. Karena itu, ia menilai tidak tepat jika keputusan tersebut dianggap sebagai kehendak pribadi ketua umum.

"Jadi salah besar kalau reshuffle itu keinginan atau keputusan Ketum Addin Jauharudin seorang," kata pria yang akrab disapa Dhani dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Mantan Wakil Ketua PC GP Ansor Jakarta Utara itu menjelaskan, reshuffle dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus menjawab kebutuhan kerja yang semakin dinamis. Proses tersebut, kata dia, dilakukan secara menyeluruh dan tidak ditujukan kepada individu atau kelompok tertentu.

Menurut Dhani, evaluasi internal menjadi dasar dalam menentukan komposisi kepengurusan baru. Organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang aktif untuk menggerakkan berbagai program dan agenda strategis.

"Reshuffle dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi. Tentunya juga melalui evaluasi internal yang membutuhkan SDM aktif untuk menggerakkan roda organisasi," ujarnya.

Dhani juga membantah anggapan bahwa pergantian pengurus sengaja diarahkan kepada figur tertentu. Sebagai organisasi besar dengan aktivitas yang padat, GP Ansor memerlukan personel yang solid dan siap bekerja penuh.

Dalam waktu dekat, GP Ansor akan menghadapi sejumlah agenda penting, di antaranya Pelatihan Kader Nasional (PKN) di Sidoarjo serta keterlibatan dalam pengamanan Konferensi Besar (Konbes) dan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader dan pengurus untuk menyikapi keputusan organisasi secara dewasa serta mengedepankan komunikasi internal.

"Kalau ada pengurus yang direshuffle, sebaiknya introspeksi diri serta tabayun ke Pimpinan Pusat. Itu lebih tepat daripada membangun narasi liar di media sosial, karena Ansor adalah rumah kita bersama," tuturnya.

 

Editor : Alim Kusuma