SURABAYA, iNFONews.ID – Media sosial dalam beberapa hari terakhir dihebohkan oleh unggahan video dari tokoh senior Amien Rais. Video yang diunggah melalui akun YouTube Amien Rais Official tersebut memicu kontroversi lantaran berisi opini negatif yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Langkah tegas diambil oleh pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi telah melakukan takedown terhadap konten tersebut. Video itu dinilai memenuhi unsur hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah publik.
Meski link utama telah dihapus, potongan-potongan video tersebut nyatanya masih beredar luas di berbagai platform media sosial. Fenomena ini memancing reaksi keras dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari organisasi Poros Muda NU (PMNU).
Koordinator Nasional PMNU, Ramadhan Isa, menyatakan bahwa manuver politik yang dilakukan Amien Rais kali ini membangkitkan memori lama. Ia menyebut tindakan tersebut mengingatkan publik pada polemik yang menimpa Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Dhani, sapaan akrabnya, mengenang bagaimana saat itu Gus Dur dihujani berbagai serangan, mulai dari isu politik hingga tuduhan hukum yang bersifat personal. Namun, sejarah mencatat bahwa hingga akhir hayat Gus Dur, semua tudingan miring tersebut tidak pernah terbukti secara sah.
"Kami jadi kembali teringat manuver yang pernah dilakukan Amien Rais cs untuk menjatuhkan Gus Dur. Apa yang pernah dilakukan itu kami maafkan tapi tidak pernah kami lupakan," ujar Ramadhan Isa dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2026).
Terkait konten video terbaru, kader muda Nahdlatul Ulama ini menilai Amien Rais bertindak sangat gegabah. Ia menyayangkan narasi yang dilemparkan ke publik tidak dibarengi dengan dukungan data dan fakta yang valid.
Menurut Dhani, yang disampaikan Amien Rais lebih nampak seperti kompilasi rumor yang lazim ditemui di kolom komentar media sosial. Sebagai tokoh senior, seharusnya Amien tidak menelan mentah-mentah informasi yang belum jelas validitasnya.
"Pak Amien seperti menyampaikan rumor yang beredar di media sosial. Tentu itu sangat gegabah, karena tidak terverifikasi kebenarannya," tambah pria yang juga merupakan Alumni PMII Ciputat tersebut.
Lebih lanjut, Dhani menekankan pentingnya budaya tabayun atau klarifikasi dalam menanggapi setiap permasalahan. Hal ini menjadi krusial mengingat subjek yang dikritik adalah seorang pemimpin nasional dan pejabat publik yang mengemban amanat rakyat.
Pihak PMNU pun berharap agar Presiden Prabowo Subianto tidak ambil pusing dengan opini negatif yang diembuskan. Menurut Dhani, fokus utama pemerintah saat ini adalah keberlanjutan pembangunan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Dhani memberikan apresiasi terhadap sikap tenang yang ditunjukkan oleh Kepala Negara dalam menghadapi serangan verbal tersebut. Ia menilai, sikap diam dan tetap bekerja adalah jawaban terbaik dari seorang pemimpin.
"Apa yang disampaikan Amien Rais dalam video itu memang menyakitkan karena menyerang personal Presiden Prabowo. Namun beliau tidak terpengaruh. Ini membuktikan kualitas Prabowo bukan sekadar Presiden tapi seorang negarawan," tegasnya.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengonfirmasi bahwa pihaknya akan terus memantau peredaran konten serupa. Langkah penghapusan dilakukan demi menjaga ruang digital tetap kondusif dan bersih dari unsur fitnah terhadap simbol negara. (*)
Editor : Tudji Martudji