Jumat, 10 Apr 2026 10:02 WIB

PERADI Kota Surabaya Komitmen Bantu Masyarakat Kurang Mampu yang Tersandung Hukum, Gratis

Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kota Surabaya, Hariyanto (IN/PHOTO: TUDJI)
Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kota Surabaya, Hariyanto (IN/PHOTO: TUDJI)

SURABAYA, iNFONews.ID - Ketua DPC PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) Kota Surabaya, Hariyanto menegaskan komitmen dan semangat advokat di organisasinya memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma bagi masyarakat tidak mampu untuk persoalan hukum yang dihadapi. Itu disampaikan saat memberikan sambutan di acara Halal Bihalal DPC PERADI Kota Surabaya, Kamis (9/4/2026).

Di rangkaian kalimat sambuatan yang disampaikan, Hariyanto juga mengajak kesempatan itu menjadi pengantar ucapan saling memaafkan dan berjabat tangan. Melebur khilaf, perilaku salah dengan menjaga maupun tidak sengaja.

Diberi penegasan, bahwa advokat tidak hanya bekerja untuk klien yang berbayar saja, tetapi juga punya tanggung jawab moral membela masyarakat kurang mampu yang membutuhkan keadilan, dan harus dibantu.

“Kami tidak hanya mengawal keadilan bagi mereka yang mampu membayar mahal, tetapi juga memberikan bantuan hukum pendampingan sampai pengadilan secara cuma-cuma, gratis,” kata Hariyanto.

Dirinya mengajak masyarakat dan itu disampaikan juga kepada ketua RT dan Ketua RW setempat yang turut hadir di acara itu, agar tidak ragu meminta bantuan hukum untuk warganya yang tidak mampu dan membutuhkan bantuan advokat.

"PERADI Kota Surabaya siap hadir dan membantu warga yang benar-benar membutuhkan pendampingan hukum. Jangan segan-segan minta bantuan. Tidak usah khawatir soal biaya gratis kalau memang masyarakat kurang mampu dan mengalami ketidakadilan, kami siap mendampingi,” tegasnya.

Ditambahkan, profesi advokat tidak diukur dari menang atau kalah di pengadilan, melainkan dari kesungguhan dalam melakukan pembelaan atas nama kebenaran.

“Menang atau kalah bukan urusan advokat. Yang terpenting adalah bersungguh-sungguh membela kebenaran dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Juga mengingatkan pentingnya menjaga etika profesi di tengah perbedaan pandangan antaradvokat agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

“Perbedaan itu wajar. Tapi jangan sampai berlarut-larut dan merusak marwah profesi. Kita harus tetap berpegang pada kode etik,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Bidang Agama DPC Peradi Surabaya, H. Mochammad Sueb, menekankan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan momentum spiritual untuk membersihkan hati dari rasa dengki dan permusuhan.

“Halal bihalal adalah momen untuk saling bertemu, membuka hati, dan menghapus kesalahan. Bukan sekadar formalitas, tetapi upaya menyucikan hubungan antar sesama,” ujar Sueb.

Ia mengutip nilai-nilai dalam ajaran Islam, termasuk pesan moral dari Surah An-Nahl ayat 90, yang menekankan keadilan, kebaikan, dan larangan terhadap permusuhan.

Seseorang bisa saja memiliki banyak amal, tetapi tetap merugi jika masih menyimpan iri hati dan kebencian terhadap sesama.

“Orang bisa banyak amal, tetapi tetap merugi jika masih memiliki rasa dengki. Karena itu, perbedaan pendapat di antara advokat harus disikapi dengan lapang dada,” katanya.

Sueb menilai perbedaan pandangan dalam profesi advokat adalah hal yang wajar, namun tidak boleh berujung pada konflik berkepanjangan. Momentum halal bihalal, kata dia, harus dimanfaatkan untuk mengakhiri gesekan yang terjadi.

“Perbedaan itu biasa, tapi jangan sampai menjadi permusuhan. Hari ini adalah saat yang tepat untuk mengakhiri semuanya dan saling memaafkan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh anggota memanfaatkan prosesi saling bersalaman sebagai simbol penghapusan dosa dan kesalahan antarindividu.

“Cukup saling berjabat tangan dengan tulus, insyaallah menjadi jalan untuk menghapus kesalahan. Mari kita buka hati dan saling memaafkan,” ucapnya.

Kegiatan halal bihalal tersebut digelar dengan melibatkan warga sekitar, termasuk pengurus RT dan RW, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan sosial antara advokat dan masyarakat.

Hariyanto menambahkan, Peradi Surabaya tengah memperkuat kemandirian organisasi, termasuk rencana memiliki gedung permanen dalam waktu dekat.

“Insyaallah kami akan memiliki gedung permanen. Ini bagian dari kemandirian kami, dan kami ingin menjadi contoh bagi DPC lain di Jawa Timur,” tuturnya.

Ia menutup dengan ajakan kepada seluruh anggota untuk terus menjaga integritas dan terbuka terhadap kritik demi kemajuan organisasi.

“Jangan berhenti memberi kritik dan saran. Bisa jadi kita berbeda pendapat, tapi hati saya tetap untuk teman-teman semua,” ucapnya. (*)

Editor : Tudji Martudji