JAKARTA, iNFONews.ID - Pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses pembebasan pewarta foto Thoudy Badai setelah sempat ditahan ketika menjalankan peliputan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
PFI menilai dukungan luas dari komunitas jurnalis, masyarakat, hingga pemerintah menjadi faktor penting yang mengawal proses pembebasan anggota PFI Jakarta sekaligus fotografer Republika tersebut.
Gelombang solidaritas muncul dari berbagai daerah melalui aksi damai, kampanye informasi, dan dukungan moral yang terus mengalir selama proses berlangsung.
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, mengatakan kekompakan antarpewarta foto menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan di lingkungan jurnalis visual Indonesia.
“Seluruh anggota bergerak bersama tanpa mengenal batas wilayah. Dukungan dari rekan-rekan di berbagai daerah menjadi energi besar sampai Thoudy bisa kembali dengan selamat,” ujar Dwi dalam keterangannya, Sabtu (24/5).
PFI juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis yang menjalankan tugas di area konflik maupun wilayah berisiko tinggi. Organisasi tersebut menegaskan pewarta foto bekerja untuk kepentingan informasi publik, bukan bagian dari pihak yang bertikai.
“Jurnalis bukan kombatan. Keselamatan mereka wajib dilindungi sesuai ketentuan hukum internasional,” kata Dwi.
Selain mengapresiasi solidaritas masyarakat, PFI turut menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia atas langkah diplomasi yang dilakukan selama proses pembebasan berlangsung.
Ucapan serupa disampaikan kepada redaksi Republika, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan dan doa.
PFI meminta seluruh pewarta foto tetap waspada saat menjalankan tugas jurnalistik serta menjunjung tinggi kode etik profesi di tengah berbagai tantangan lapangan.
Editor : Alim Kusuma