Senin, 23 Mar 2026 20:47 WIB

Senator Jatim Dorong Proteksi Asuransi Masuk Raperda Pariwisata Baru

Senator Jatim Lia Istifhama usulkan asuransi khusus pelancong dan integrasi transportasi. INPhoto/Eric
Senator Jatim Lia Istifhama usulkan asuransi khusus pelancong dan integrasi transportasi. INPhoto/Eric

SURABAYA, iNFONews.ID - Anggota DPD RI utusan Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, mengawal ketat penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata yang tengah digodok Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Senator yang populer dengan sapaan Neng Lia ini menilai, regulasi terbaru tersebut wajib memprioritaskan rasa aman pelancong melalui skema perlindungan jiwa dan integrasi layanan transportasi yang selama ini masih berjalan sendiri-sendiri.

Neng Lia memandang estetika destinasi bukan lagi satu-satunya magnet penarik kunjungan. Baginya, fondasi utama industri pelesir terletak pada kepastian keselamatan bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di objek wisata Jawa Timur.

“Saya berharap Perda Pariwisata ini benar-benar menjamin keselamatan pengunjung. Harus ada dorongan nyata agar tersedia skema proteksi menyerupai BPJS khusus atau asuransi tertentu untuk memitigasi risiko kecelakaan di lokasi wisata,” ujar Neng Lia saat ditemui di Surabaya.

Selain aspek nyawa, keponakan Khofifah Indar Parawansa ini menyinggung standar sanitasi yang sering kali luput dari perhatian pengelola. 

Ia meminta pemerintah pusat tetap turun tangan mengawasi kebersihan fasilitas publik di destinasi agar kenyamanan wisatawan terjaga secara merata dari ujung Banyuwangi hingga Tuban.

Salah satu alasan mengapa warga lokal masih gemar membelanjakan uangnya untuk berlibur ke luar negeri adalah kemudahan akses. 

Neng Lia menyoroti hambatan utama wisata domestik saat ini, yakni belum adanya sistem akomodasi yang tersambung secara utuh antara pintu kedatangan dengan titik tujuan akhir.

Neng Lia mendorong lahirnya integrasi wisata yang menyatukan seluruh moda transportasi dalam satu pintu informasi. Hal ini bertujuan agar wisatawan tidak lagi kebingungan mencari sambungan kendaraan saat berpindah dari bandara menuju destinasi terpencil.

“Masyarakat sering ke luar negeri karena sistem perjalanan kita belum tersentral. Ke depan, jika wisatawan ingin menuju sebuah pulau atau gunung, semua informasi harus tersedia lengkap; mulai dari tiket pesawat hingga kendaraan lokal pendukungnya. Semua harus saling terhubung dalam satu sistem,” tambahnya.

Meski menuntut perbaikan sistem, Neng Lia tetap memuji kekayaan alam dan budaya Jawa Timur yang menurutnya memiliki daya saing internasional. 

Mulai dari keasrian alam Malang Raya hingga kekuatan wisata religi di wilayah pesisir utara, Jatim dianggap memiliki paket lengkap yang ramah di kantong namun tetap berkelas.

Sisi ekonomi kreatif juga tak luput dari bidikan senator ini. Ia memberi catatan kepada para pelaku UMKM di lingkar wisata agar mulai berani tampil beda. 

Neng Lia menyayangkan jika produk yang ditawarkan kepada turis cenderung seragam dan membosankan.

“Pedagang di sektor wisata jangan menjual produk yang sama semua. Kalau kuliner, jangan isinya bakso semua, harus ada variasi. Begitu juga oleh-oleh, jangan cuma kaus saja. Diferensiasi produk ini yang akan membuat pelancong memiliki banyak pilihan untuk dibelanjakan,” pungkasnya.

Melalui pengawalan Perda ini, Neng Lia optimistis pariwisata Jawa Timur mampu bertransformasi dari sekadar objek foto menjadi industri yang aman, nyaman, dan terorganisir secara profesional.

 

Editor : Alim Kusuma