SURABAYA, iNFONews.ID – Malam pergantian tahun di Kelurahan Ngagel Rejo tidak hanya riuh dengan kembang api, tetapi juga menjadi tonggak lahirnya kemandirian ekonomi lokal.
Karang Taruna RT 06 RW 12 Ngagel Rejo resmi menggandeng Remaja Masjid dan Mushollah setempat untuk meluncurkan lini produk kaos distro bertajuk "Jalin Silaturahmi Pemuda Bersatu Masyarakat Kuat", Rabu (31/12/2025).
Langkah ini bukan sekadar aktivitas produksi sablon biasa, melainkan upaya serius membangun ekosistem ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.
Kolaborasi ini muncul sebagai jawaban atas tantangan zaman yang menuntut anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemain aktif dalam industri kreatif.
Ketua RT 06 RW 12, A’an, melihat inisiatif ini sebagai jembatan yang menyatukan kelompok pemuda dengan latar belakang berbeda untuk satu tujuan: kesejahteraan warga.
"Saya sangat menghargai kolaborasi strategis ini. Harapannya, produk kaos distro ini mampu mempererat sinergi antara Karang Taruna serta rekan-rekan Remaja Masjid," ungkap A’an saat peresmian yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan pengusaha lokal.
Inisiatif pemuda Ngagel Rejo ini nyatanya berdenyut selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025. Peraturan tersebut memang mendorong penguatan infrastruktur gerai wirausaha demi menjaga ketahanan ekonomi di level kelurahan dan kecamatan.
Ketua Tanfidziah NU Ngagel Rejo, Zainuddin, memberikan dukungannya terhadap aksi nyata para pemuda tersebut. Menurutnya, penggabungan elemen organisasi sosial dan keagamaan untuk urusan ekonomi adalah langkah berani yang jarang ditemui.
"Kedua elemen ini sepakat melahirkan produk yang segar dan berbeda. Kami ingin membuktikan bahwa pemuda mampu memproduksi barang unggul yang punya daya saing kuat di pasar Surabaya maupun luar daerah," ujar Zainuddin.
Bagi para pemuda di wilayah RW 12, kaos tersebut adalah simbol identitas sekaligus kemandirian. Heridar Yuwana Putra, Ketua Karang Taruna RT 06 RW 12, menjelaskan bahwa misi utama mereka adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang adaptif.
"Ini momentum bagi kami untuk bersatu. Kami ingin membuktikan bahwa membangun Indonesia bisa dimulai dari mencintai dan memproduksi produk dalam negeri di lingkungan terkecil kita," kata Heridar.
Kehadiran sosok pengusaha muda Safariyanto serta pengurus Lazisnu Kecamatan Wonokromo dalam acara tersebut memberi sinyal bahwa produk ini bakal dikelola secara profesional.
Kelompok pemuda ini optimistis, pemberdayaan ekonomi kreatif yang berkelanjutan akan menciptakan lapangan kerja baru dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Surabaya.
Editor : Alim Kusuma