Jumat, 20 Mar 2026 05:21 WIB

Khofifah Boyong Cucu Berburu Bandeng Raksasa di Tradisi Tahunan Gresik

Gubernur Khofifah ajak cucunya berburu bandeng kawak di Pasar Bandeng Gresik. Tradisi warisan Sunan Giri ini jadi ajang edukasi budaya dan ekonomi. INPhoto/FJN
Gubernur Khofifah ajak cucunya berburu bandeng kawak di Pasar Bandeng Gresik. Tradisi warisan Sunan Giri ini jadi ajang edukasi budaya dan ekonomi. INPhoto/FJN

GRESIK, iNFONews.ID - Kerumunan warga di pusat Kabupaten Gresik mendadak riuh saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, muncul di tengah hiruk-pikuk Pasar Bandeng Gresik, Rabu (18/3) malam. 

Namun, ada yang berbeda kali ini; Khofifah tak datang sendiri. Ia menggandeng erat cucu pertamanya, Aisyah Nabila atau yang akrab disapa Aila, untuk melihat langsung deretan ikan bandeng berukuran jumbo hasil budidaya petambak lokal.

Langkah ini bukan sekadar kunjungan pejabat biasa. Khofifah sedang menjalankan misi personal untuk memastikan warisan budaya yang eksis sejak era Sunan Giri ini tetap melekat di ingatan generasi muda. Baginya, mengenalkan akar tradisi kepada anak cucu adalah investasi identitas bangsa di masa depan.

"Setiap tahun saya usahakan hadir. Hari ini saya ajak Aila supaya dia melihat sendiri rupa ikan bandeng yang melegenda di sini. Ini kunjungan keduanya," tutur Khofifah di sela-sela memantau lapak pedagang.

Ia berpendapat bahwa anak-anak perlu merasakan langsung atmosfer pasar dan interaksi sosial di dalamnya. Menurut Khofifah, pemahaman mengenai nilai kultural dan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya diajarkan melalui buku, melainkan harus disaksikan secara kasat mata.

Pasar Bandeng bukan sekadar tempat transaksi. Di sini, "Bandeng Kawak" atau bandeng berukuran raksasa menjadi primadona. Ikan-ikan yang mayoritas berasal dari wilayah Mengare ini memiliki bobot fantastis, mencapai 4 hingga 5 kilogram per ekor.

Khofifah menjelaskan bahwa ikan-ikan raksasa tersebut merupakan hasil kesabaran para petambak selama bertahun-tahun.

"Butuh waktu sekitar empat tahun untuk membesarkan ikan hingga seukuran ini. Kita harus mengapresiasi kerja keras para petambak yang sudah menyiapkan stok spesial ini demi menyambut Lebaran," katanya.

Kehadiran pasar ini terbukti ampuh memutar roda ekonomi lokal, mulai dari petambak, pengangkut, hingga pedagang eceran yang meraup berkah menjelang Idul Fitri.

Tak pulang dengan tangan hampa, Gubernur memborong sejumlah bandeng dalam jumlah besar. Ikan-ikan pilihan tersebut bakal menjadi "bintang utama" dalam agenda rutin di Gedung Negara Grahadi.

Rencananya, bandeng tersebut akan diolah dalam lomba memasak yang diikuti oleh jajaran Perangkat Daerah (PD) serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur. Kegiatan ini telah memasuki tahun keenam penyelenggaraannya.

"Bandeng yang saya beli cukup banyak untuk lomba masak nanti. Agendanya dimulai dengan qiyamul lail pukul satu pagi, lanjut lomba masak jam dua, dan diakhiri dengan sahur bersama di Grahadi," pungkas Khofifah.

Melalui perpaduan antara pelestarian budaya, penguatan ekonomi, dan kegiatan spiritual, Khofifah ingin menunjukkan bahwa tradisi Pasar Bandeng adalah napas kehidupan masyarakat Gresik yang harus terus berdenyut melintasi zaman.

Editor : Alim Kusuma