Sabtu, 14 Mar 2026 00:38 WIB

Ansor Jatim dan Konjen Tiongkok Jajaki Kerjasama Ekonomi Berbasis Massa

GP Ansor Jawa Timur menyambut kunjungan Konjen Tiongkok untuk membahas peluang investasi, lapangan kerja, dan pengembangan industri halal di Jatim. INPhoto/FJN
GP Ansor Jawa Timur menyambut kunjungan Konjen Tiongkok untuk membahas peluang investasi, lapangan kerja, dan pengembangan industri halal di Jatim. INPhoto/FJN

SURABAYA, iNFONews.ID - Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur membuka pintu kolaborasi lebih luas dengan pihak internasional guna mendorong percepatan ekonomi daerah. Hal ini mengemuka saat Ketua PW GP Ansor Jatim, Musaffa' Safril, menerima kunjungan kehormatan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Ye Su, di kantornya, Jumat (13/3/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni diplomatik, melainkan langkah konkret untuk menyelaraskan potensi pemuda dengan arus investasi yang masuk ke Jawa Timur. 

Safril menilai kehadiran investor Tiongkok di berbagai proyek strategis harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal, terutama dalam penyediaan lapangan pekerjaan.

"Kami melihat ada potensi besar dari investasi yang masuk, seperti pembangunan smelter aluminium di Pasuruan hingga pengembangan kawasan industri di JIIPE dan Sidoarjo. Semua ini harus berujung pada terciptanya lapangan kerja baru dan transfer teknologi bagi putra daerah," ujar Safril dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut.

Ia menambahkan, hubungan historis antara Indonesia dan Tiongkok yang sudah terjalin berabad-abad melalui jalur perdagangan menjadi modal sosial yang kuat. 

Kini, kerja sama tersebut merambah ke sektor-sektor futuristik seperti teknologi, pertanian modern, hingga penguatan industri halal.

Menurut Safril, GP Ansor memiliki infrastruktur kader yang menjangkau pelosok desa. Kekuatan basis sosial ini menjadi jaminan bagi terciptanya stabilitas di tengah masyarakat agar iklim pembangunan berjalan kondusif. 

Baginya, modal dan teknologi tinggi tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya harmoni sosial di tingkat akar rumput.

"Ansor berkomitmen menjaga stabilitas wilayah agar pembangunan ekonomi bersifat inklusif. Kami tidak ingin hanya menjadi penonton, maka kami membuka ruang dialog untuk penguatan SDM dan ekonomi berbasis masyarakat," tambahnya.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa generasi muda memegang peran sebagai jembatan masa depan kedua bangsa. 

GP Ansor Jatim berencana memperdalam kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan industri halal, mengingat potensi pasar Jawa Timur yang sangat besar di sektor tersebut.

Senada dengan hal itu, pihak Konsulat Jenderal Tiongkok mengapresiasi keterbukaan Ansor dalam membangun komunikasi dua arah. 

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal kerja sama strategis yang lebih teknis di masa mendatang, demi kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.

Editor : Alim Kusuma