Jumat, 30 Jan 2026 17:41 WIB

Haul ke-2 Rizal Ramli, FJN Surabaya Rawat Pemikiran Ekonomi Sang Rajawali

Sejumlah tokoh, akademisi, jurnalis, dan keluarga mengikuti doa serta tahlil dalam Haul II Dr. Rizal Ramli yang digelar FJN di Rumah Literasi Digital (RLD), Surabaya. INPhoto/RLD
Sejumlah tokoh, akademisi, jurnalis, dan keluarga mengikuti doa serta tahlil dalam Haul II Dr. Rizal Ramli yang digelar FJN di Rumah Literasi Digital (RLD), Surabaya. INPhoto/RLD

SURABAYA, iNFONews.ID – Semangat kritis mendiang ekonom senior Rizal Ramli kembali berdenyut di jantung Kota Pahlawan. 

Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) menggelar Haul ke-2 sosok yang dijuluki "Si Rajawali" tersebut di Rumah Literasi Digital (RLD), Jalan Kaca Piring, Surabaya. 

Agenda ini menjadi medium bagi para aktivis dan akademisi untuk menggali kembali gagasan ekonomi progresif yang selama ini konsisten menyuarakan kepentingan publik.

Acara peringatan ini dihadiri langsung oleh putra-putri almarhum, Dipo dan Dita, yang menyaksikan penghormatan masyarakat Jawa Timur terhadap ayah mereka. 

Sejumlah tokoh penting juga tampak hadir, termasuk KH Akhmad Jazuli yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, politisi Irwan Setiawan, serta puluhan aktivis mahasiswa dan jurnalis.

Ketua FJN, Didi Rosadi, menyatakan bahwa Haul ini memiliki makna lebih dari sekadar doa bersama. Sebagai Dewan Pembina FJN, Rizal Ramli merupakan patron intelektual yang selalu menyulut keberanian para jurnalis untuk berpikir tajam.

"Kami ingin menghormati Bang Rizal bukan hanya melalui seremoni, tapi dengan merawat semangat berpikir kritisnya. Jawa Timur adalah rumah kedua bagi beliau karena kampung halaman istrinya ada di sini," ujar pria yang akrab disapa Diday tersebut.

Untuk menguji relevansi pemikiran almarhum di masa kini, FJN menghadirkan Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof. Dr. Safi, serta pengamat politik Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman. 
Keduanya membedah perspektif ekonomi-politik Rizal Ramli agar gagasan tersebut tetap "hidup" dan memberikan dampak nyata bagi diskursus kebijakan publik di Indonesia.

Kehadiran gerakan intelektual di tingkat akar rumput ini memicu rasa haru dari pihak keluarga. Dita, putri Rizal Ramli, mengakui apresiasi masyarakat Surabaya justru terasa sangat personal dibandingkan di Jakarta.

"Saya pribadi terharu melihat Bapak mendapatkan penghargaan setinggi ini justru di Surabaya. Harapan saya, pemikiran beliau terus dibedah dan didiskusikan publik agar nilai-nilai perjuangannya tetap ada di tengah masyarakat," tutur Dita.

Diskusi yang berlangsung hangat hingga akhir acara melahirkan komitmen bersama di kalangan aktivis muda dan jurnalis Surabaya. 

Mereka bersepakat untuk menjaga api semangat kritis yang diwariskan Rizal Ramli guna memastikan kebijakan pemerintah tetap berpihak pada rakyat kecil.

Editor : Alim Kusuma