Sabtu, 31 Jan 2026 07:10 WIB

Gubernur Khofifah Petik Jeruk di Pasuruan, Ajak Warga Konsumsi Buah Lokal 

Gubernur Khofifah mengunjungi Sentra Jeruk Siam di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan (IN/PHOTO: HUMAS)
Gubernur Khofifah mengunjungi Sentra Jeruk Siam di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan (IN/PHOTO: HUMAS)

PASURUAN, INFONews.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan momen libur Tahun Baru 2026 dengan mengunjungi sentra jeruk siam di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (3/1/2026).

 

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi penegasan posisi Jatim sebagai provinsi produksi jeruk tertinggi di Indonesia serta mengajak masyarakat mencintai produk lokal, mengurangi ketergantungan jeruk impor.

 

Di tengah kebun jeruk yang asri, Khofifah memetik jeruk dari pohon bersama para petani dan warga setempat. Ia menyebut, jeruk siam Tutur memiliki keunggulan rasa, ukuran, hingga kualitas dan sangat layak menjadi andalan konsumsi masyarakat nasional.

 

Ia juga terkesan dengan perkembangan jeruk di kawasan Tutur yang dinilainya semakin pesat dibandingkan kunjungan sebelumnya. Buah jeruk tampak tumbuh lebat dengan ukuran besar dan warna yang cerah. Apalagi, Kecamatan Tutur berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, yang merupakan wilayah pegunungan yang ideal dan potensial untuk budidaya produk hortikultura.

 

“Jeruk Siam di Desa Tutur ini unggul. Dua bulan lalu saya ke sini, kemudian hari ini datang lagi, saya terkesima lihat buahnya yang tumbuh lebat, kulitnya agak tebal berwarna orange, size nya besar, rasanya manis sekali serasa bercampur madu,” ujarnya.

 

Khofifah menegaskan, Jawa Timur merupakan provinsi dengan produksi jeruk tertinggi secara nasional. Capaian tersebut menurutnya menjadi kekuatan strategis Jatim dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian ekonomi petani.

 

Berdasarkan data BPS Jatim, total produksi jeruk di Jawa Timur pada triwulan III Tahun 2025 mencapai 959.231,31 ton, dengan kontribusi 36,22 persen terhadap nasional di periode yang sama.

 

“Produksi jeruk di Jawa Timur merupakan yang tertinggi se-Indonesia. Ini adalah potensi besar yang harus kita jaga bersama. Salah satunya dengan meningkatkan konsumsi jeruk lokal dan secara bertahap mengurangi ketergantungan pada impor,” kata Khofifah.

 

Kunjungan ini bukan sekadar agenda santai di awal tahun, melainkan simbol dukungan konkret Pemerintah Provinsi Jatim kepada petani jeruk lokal. Ia pun mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan mengonsumsi produk pertanian dalam negeri.

 

“Kami akan terus dukung petani jeruk siam, ini salah satu ikhtiar memperkenalkan ke masyarakat supaya jeruk siam lebih banyak lagi peminatnya,” tegasnya. 

 

Khofifah menyampaikan, kualitas jeruk siam dari kawasan Tutur dan sekitarnya tidak kalah dengan produk impor, baik dari sisi rasa, kesegaran, maupun kandungan gizinya. Selain itu, membeli jeruk lokal berarti turut menggerakkan roda ekonomi petani dan perekonomian daerah.

 

“Masyarakat harus coba jikalau berkunjung ke Pasuruan, saya rasa faktor alam lingkungan di sini sangat mendukung buah jeruk tumbuh subur dan melimpah,” ungkapnya. 

 

“Kalau kita konsumsi jeruk lokal, kita tidak hanya mendapatkan produk segar dan sehat, tapi juga ikut menggerakkan ekonomi petani kita sendiri. Ini bagian dari gerakan cinta produk dalam negeri,” tambahnya. 

 

Kegiatan petik jeruk di Desa Kebek ini juga dimanfaatkan Gubernur Khofifah untuk berdialog dengan para petani terkait tantangan produksi, distribusi, hingga peluang peningkatan nilai tambah komoditas jeruk ke depan.

 

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus hadir mendampingi petani, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga penguatan akses pasar agar jeruk Jawa Timur semakin berdaya saing,” pungkasnya. (*)

Editor : Tudji Martudji