Kamis, 05 Feb 2026 12:17 WIB

FP3TI Gelar Seminar, Tata Kelola Industri Rokok Berkeadilan

FP3TI menggelar Seminar, bertema "Mengurai Benang Kusut, Mendorong Pita Cukai Khusus Menuju Tata Kelola Industri Rokok Berkeadilan (IN/PHOTO: PANITIA)
FP3TI menggelar Seminar, bertema "Mengurai Benang Kusut, Mendorong Pita Cukai Khusus Menuju Tata Kelola Industri Rokok Berkeadilan (IN/PHOTO: PANITIA)

SURABAYA, INFONews.ID -  Forum Peduli Petani Pengusaha Hasil Tembakau Indonesia (FP3TI) menggelar Seminar dengan Tema "Mengurai Benang Kusut, Mendorong Pita Cukai Khusus Menuju Tata Kelola Industri Rokok Berkeadilan" di Hotel Sahid Surabaya, Selasa (9/12/2025).

 

Beragam persoalan dibahas, mulai soal rokok, pita cukai khusus, subsidi pita cukai serta tata kelola industri rokok yang sehat. Tanggapan dan aspirasi dari para pengusaha menjadi catatan, dalam diskusi disebut sukses menyerap aspirasi para pengusaha diantaranya terkait Rekomendasikan Pita Cukai Khusus serta Subsidi Pita Cukai. 

 

"Serta, Pita Cukai Kelas UMKM dan Pengurusan ijinnya harus dipermudah untuk menekan peredaran rokok serta mendesak pemerintah agar segera mengoprasikannya SIHT yang ada di Kabupaten Pamekasan dan di beberapa daerah Lainnya," pinta salah seorang pengusaha.

 

Acara itu berlangsung lancar dari berbagai perwakilan juga hadir, selain perwakilan pengusaha, aktivis buruh dan advokad se-Jatim juga terlihat di acara dengan moderator Tutty Rahayu Matari, yang berlangsung mulai pukul 13.00 wib dengan menghadirkan beberapa narasumber. 

 

Mereka, hadir dan sebagai nara sumber diantaranya adalah, 

 

1. Romdloni, Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas 2 Dirjen Bea & Cukai (DJBC) Kanwil Jatim 1.

 

‎2. AKP. Juwair, S.H., M.H. selaku Panit Subdit I Indagsi Direskrimsus Polda Jatim.

 

‎3. H. Zainal Arifin selaku Ketua DPRD Sumenep.

 

‎4. H. Khairul Umam wakil ketua DPRD Pamekasan 

 

‎5. Novian Dermawan selaku

‎Kepala KPPBC TMP C Madura.

‎6. H. Marsuto Alvianto selaku Pengusaha Rokok di Pamekasan Madura.

 

‎7 H. Fathortosi 

 

‎8. H. Mistari dan masih banyak Lainnya perwakilan dari Banyuwangi Jember Situbondo malang 

‎Seminar tersebut banyak mendapat apresiasi baik dari perwakilan pengusaha rokok lokal di Jawa Timur,  buruh pabrik rokok lokal, petani, juga aktivis dan akademisi. Juga turut hadir, perwakilan pengusaha dari Madura dan Jatim, advokat dan Wakil Ketua KNPI Jawa Timur, beberapa tokoh agama dan dari Veteran Jatim.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Seminar Bayu Pangarso, dan Presiden FP3TI Zaini Wer wer menyampaikan ucapan terimakasih kepada para undangan dan narasumber yang hadir.

‎”Acara ini sebagai penyambung kepentingan antara pemerintah dan kepentingan pengusaha, demi terwujudnya kesejahteraan yang berkelanjutan tentu dengan adanya kebijakan dari pemerintah yang tidak lagi memberatkan dan menyulitkan pelaku usaha hasil industri tembakau, mulai dari aturan pengurusan ijinnya, harga pita cukai dan ke semua sektor turunannya," ujar Bayu.

‎Presiden FP3TI, Zaini Wer Wer juga mendesak agar peredaran rokok luar Madura segera ditindaklanjuti. 

 

"Jangan hanya rokok lokal yang dihabisi.

Kami juga meminta Bea Cukai Madura mempermudah proses perizinan usaha hasil tembakau atau pendirian pabrik rokok di setiap daerah,” pintanya.

‎FP3TI juga mengajak seluruh petani, pelaku usaha, pemangku kebijakan, serta masyarakat untuk bersama–sama membangun masa depan pertembakauan yang lebih mandiri, produktif, serta bernilai ekonomi tinggi.

"Mari kita bangun kemitraan yang adil dan berkelanjutan antara petani serta pengusaha hasil tembakau, pemerintah dan semua pihak, guna menciptakan ekosistem usaha yang kondusif, sehat, produktif dan berkeadilan," pintanya.

‎Seminar ini digelar dua sesi, sesi pertama pemateri menyampaikan pemaparan, yakni dari Romdloni, Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas 2 Dirjen Bea & Cukai (DJBC) Kanwil Jatim 1. Dan, Marsuto Alvianto, yang juga pengusaha rokok di Pamekasan Madura serta, Zainal Arifin Ketua DPRD Sumenep. 

 

‎Sesi ke dua, dijeda dengan ishoma pemateri berikutnya AKP. Juwair, Panit Subdit I Indagsi Direskrimsus Polda Jatim dan Novian Dermawan, Kepala KPPBC TMP. (*)

Editor : Tudji Martudji