Jumat, 30 Jan 2026 17:41 WIB

Siaga Cuaca Ekstrem, Golkar Jatim Gerakkan Kader Lakukan Mitigasi Bencana

Sekretaris Golkar Jatim, Blegur Prijanggono. INPhoto/Eric Setyo Pambudi
Sekretaris Golkar Jatim, Blegur Prijanggono. INPhoto/Eric Setyo Pambudi

SURABAYA, iNFONews.ID - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menggerakkan seluruh kadernya untuk melakukan mitigasi bencana menyusul peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026. Instruksi ini terutama menyasar anggota fraksi Golkar di tingkat kabupaten dan kota.

Sekretaris Golkar Jatim, Blegur Prijanggono, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Ketua Umum Partai Golkar.

“Menindaklanjuti perintah Ketum Golkar, maka kami sudah instruksikan seluruh anggota fraksi Golkar se-Jatim untuk melakukan mitigasi waspada bencana,” ujar Blegur pada Jumat (12/12/2025).

Menurut Blegur, mitigasi bencana perlu dilakukan sejak dini untuk meminimalkan risiko korban jiwa, kerugian ekonomi, hingga kerusakan lingkungan.

Upaya tersebut mencakup peningkatan kesadaran masyarakat serta penguatan kapasitas menghadapi berbagai ancaman bencana hidrometeorologi.

“Melalui edukasi serta pembangunan fisik, mitigasi bencana juga menjadi pedoman perencanaan pembangunan agar tercipta lingkungan yang aman dan siap menghadapi ancaman bencana,” jelasnya.

Blegur menambahkan bahwa kader Golkar, terutama yang duduk di parlemen, harus memastikan aspirasi masyarakat terkait kerentanan bencana benar-benar diperjuangkan.

“Partai Golkar berpandangan bahwa penting juga anggota DPR ini membuat kebijakan atau program yang peka terhadap persoalan rakyat, salah satunya urusan bencana. Seluruh kader, khususnya di parlemen, harus tampil terdepan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Instruksi cepat Golkar Jatim ini selaras dengan pesan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.

Bahlil sebelumnya mengingatkan seluruh kader, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar tidak menutup mata terhadap beban dan penderitaan masyarakat.

Ia juga meminta legislator Golkar lebih sensitif dalam merumuskan kebijakan, terutama terkait isu-isu yang berdampak langsung pada keselamatan publik.

Bahlil menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menghadapi ancaman bencana. Menurutnya, kader Golkar di legislatif dan eksekutif harus mulai menyusun program antisipatif sekaligus menyiapkan mekanisme penanganan cepat.

BMKG sendiri memprediksi sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi mengalami cuaca ekstrem yang dapat memicu hujan lebat, angin kencang, puting beliung, hujan es, banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.

Kondisi ini diperkirakan berlangsung dari akhir 2025 hingga awal 2026, sehingga diperlukan kesiapsiagaan semua pihak, termasuk peran aktif partai politik melalui kader di daerah.

Golkar Jatim berharap langkah mitigasi yang dilakukan para kader mampu membantu masyarakat memperkuat kesiapsiagaan, serta meminimalkan dampak bencana yang mungkin terjadi.

Laporan: Eric Setyo Pambudi

 

Editor : Alim Kusuma