Sabtu, 31 Jan 2026 04:09 WIB

Jerman Butuh Tenaga Kerja, Ansor Jatim Siapkan Kader Terampil Internasional

Ansor Jatim secara aktif menjajaki potensi kerja sama strategis dengan Jerman. INPhoto/Ansor Jatim
Ansor Jatim secara aktif menjajaki potensi kerja sama strategis dengan Jerman. INPhoto/Ansor Jatim

SURABAYA, iNFONews.ID – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur (PW GP Ansor Jatim) mengambil langkah signifikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemuda di wilayahnya.

Melalui kunjungan diplomatik ke kantor Honorary Consul of the Federal Republic of Germany di Surabaya pada Selasa (25/11/2025), Ansor Jatim secara aktif menjajaki potensi kerja sama strategis dengan Jerman untuk mempersiapkan kader menghadapi tantangan Industri 4.0 dan membuka jalur kesempatan kerja internasional.

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jatim, H. Musaffa Safril, disambut hangat oleh Kepala Konsul Jerman di Surabaya,  Christopher Tjokrosetio.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh pimpinan Ansor Jatim lainnya, termasuk H. Zulkarnain Mahmud, Dr. Mohammad Zikky, dan H. Ahmad Burhan, menandai keseriusan organisasi dalam memperluas jejaring dan kapasitasnya di kancah global.

Dialog yang konstruktif ini berfokus pada beragam peluang kolaborasi, mulai dari pendidikan dan pelatihan vokasi, penyediaan lapangan kerja, program sosial, hingga pengembangan inovasi. Safril secara khusus menyoroti sistem Dual System Vocational Education Jerman yang diakui keunggulannya.

“Akses kerja sama dengan berbagai institusi Jerman akan membuka jalan bagi kader Ansor untuk mengikuti pelatihan terstandar internasional, memperoleh peluang kerja terstruktur, sekaligus meningkatkan jejaring profesional lintas negara,” ungkap H. Musaffa Safril.

Ia menegaskan, investasi pada peningkatan kompetensi kader bukan hanya untuk memperkuat Ansor, melainkan juga sebagai fondasi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Di sisi lain, Konsulat Jerman menyambut baik inisiatif tersebut, melihat Ansor sebagai mitra potensial dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di negaranya.

Christopher Tjokrosetio menjelaskan bahwa Jerman saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja di sektor prioritas seperti kesehatan, teknologi informasi (IT), teknik, dan industri manufaktur presisi.

“Kader Ansor yang dikenal memiliki disiplin, integritas, dan daya adaptasi tinggi sangat relevan dengan kebutuhan industri di Jerman. Kami melihat potensi besar untuk menjembatani SDM berkualitas dari Jawa Timur,” terang Christopher Tjokrosetio.

Ia juga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi stabil di Jerman menawarkan jalur migrasi tenaga terampil (skilled worker pathway) yang menjanjikan bagi pemuda Indonesia.

Selain aspek ketenagakerjaan, pembahasan juga menyentuh inovasi dan pemberdayaan sosial. Jerman, sebagai salah satu pemimpin inovasi teknologi global, berpotensi menjadi mitra dalam pengembangan energi terbarukan, otomasi industri, digitalisasi layanan publik, hingga penguatan UMKM berbasis teknologi.

Hal ini sejalan dengan agenda Ansor Jatim dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif dan digitalisasi organisasi di tingkat akar rumput.

Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat untuk merancang program capacity building, lokakarya ketenagakerjaan, serta menjajaki kemungkinan pengiriman kader untuk pelatihan vokasi di lembaga-lembaga Jerman. Langkah-langkah teknis ini akan didiskusikan lebih lanjut dalam pertemuan mendatang.

PW GP Ansor Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi internasional demi kemandirian, peningkatan kapasitas, dan daya saing kader.

Melalui sinergi ini, Ansor Jatim optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai organisasi pemuda yang progresif, modern, dan tetap teguh pada tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah.

Laporan: Eric Setyo Pambudi

Editor : Alim Kusuma