SURABAYA, INFONews – Dengan penuh semangat juang tinggi dan kerja keras, kontingen atlet Jawa Timur (Jatim) menutup kompetisi dengan prestasi gemilang dengan finis di peringkat ketiga klasemen akhir di ajang PON Bela Diri 2025 yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah.
Berdasarkan klasemen akhir, DKI Jakarta keluar sebagai juara umum dengan 42 medali emas, 27 perak, dan 30 perunggu. Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan 35 emas, 18 perak, dan 38 perunggu. Sementara Jawa Timur menempati posisi ketiga dengan 32 medali emas, 17 perak, dan 13 perunggu, disusul Jawa Tengah di urutan keempat.
Walaupun. Secara jumlah atlet kontingen Jawa TIMUR kalah dibanding DKI Jakarta yang keluat sebagai Juara Umum, namun justru kontingen atlet Jawa Timur mencatatkan persentase keberhasilan yang lebih tinggi. Karena, dari tota 79 atlet yang berlaga, Jatim membawa pulang 62 medali atau pada tingkat keberhasilannya adalah sebasar 78,48 persen, dan dibandingkan DKI Jakarta yang mencatat 71,74 persen.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyambut baik raihan prestasi tersebut dan mengaku bangga dengan pencapaian para atlet Jatim tersebut.
“Alhamdulillah, sesuai dengan perkiraan, Jatim menempati urutan ketiga PON Bela Diri. Kami hanya mengirim 79 atlet, tetapi mampu bersaing di papan atas. Ini bukti pembinaan berjalan baik,” ujar Nabil dikutip dari Radar Surabaya, Minggu (26/10/2025).
Dan, salah satu cabang yang mencuri perhatian adalah Atlet Gulat. Di bawah bendera PGSI Jawa Timur, para pegulat muda menunjukkan taringnya dengan torehan 6 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu dari total 11 atlet yang dikirim.
Ketua PGSI Jawa Timur, Ficky Erastho, tak mampu menyembunyikan bangganya atas perjuangan para atlet, serta raihan tersebut.
“Saya sulit tidur sebelum PON Bela Diri kemarin. Yang saya tahu, mereka kerja keras dan latihan, namun saya juga masih kepikiran bagaimana medan yang sedang mereka hadapi,” ungkapnya.
Bahkan PGSI Jatim, secara khususemnerikan penghargaan dan apresiasi kepada para atlet peraih medali Emas dengan Umroh Gratis. Dan, bukan hanya bentuk ucapan terima kasih, tapi juga motivasi untuk terus berkembang.
“Mereka pantas dihargai. Ini penghormatan nyata atas kerja keras para juara, sekaligus pemacu semangat agar tidak cepat puas,” katanya.
Salah satu bintang lapangan, Axel Mannuela, atlet gulat asal Kediri, turut menjadi pahlawan emas bagi Jawa Timur. Axel yang sebelumnya juga meraih emas di PON Aceh–Sumatera Utara 2024 dan perak di PON Papua 2021, mengungkapkan kunci keberhasilannya ada pada kekuatan mental.
“Kalau saya, sebisa mungkin awal pertandingan dapat poin dulu. Kalau kita menang poin dulu, kita menang mental. Kalau sudah menang mental, kita lebih rileks, nafas jadi teratur, dan permainan lebih fokus,” ujarnya dengan senyum puas setelahenerima penghargaan dan apresiasi dati PGSI Jatim di Surabaya, Minggu (26/10/2025).
Menurutnya, lawan-lawan yang dihadapi sebenarnya memiliki kemampuan fisik yang hampir sama. Namun perbedaan mencolok terlihat pada penguasaan teknik dan ketenangan di atas matras.
Ajang PON Bela Diri 2025 sendiri menjadi panggung nasional bagi para atlet bela diri terbaik Indonesia, sekaligus ajang seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) berikutnya.
Bagi Jawa Timur, hasil kali ini bukan sekadar deretan angka di papan klasemen. Capaian ini adalah simbol dari semangat pantang menyerah, kekompakan, dan dedikasi seluruh unsur olahraga Jatim dari pelatih, atlet, hingga pengurus cabang.
Editor : Alim Kusuma